Saturday, 23 March 2019

KPK Didesak Tetapkan Tindak Pidana Korupsi Korporasi dalam Kasus Meikarta

KPK Didesak Tetapkan Tindak Pidana Korupsi Korporasi dalam Kasus Meikarta

Foto: Satpol PP Kabupaten Bekasi ketika mengamankan aksi penolakan terhadap Meikarta. (beritacikarang)

Jakarta, Swamedium.com – Dua isu aktual setelah OTT KPK terkait penyuapan dalam pengurusan perizinan Proyek Pembangunan Kota Meikarta. Pertama, issu publik terkait penyegelan atau penghentian kegiatan konstruksi Proyek, termasuk pemasaran. Kedua, kasus penyuapan ini menjadikan dasar bagi KPK untuk memutuskan bahwa telah terjadi kejahatan korporasi sehingga pertanggung jawaban bukan semata individual tetapi korporasi (kejahatan korporasi).

Dalam pemberitaan di medsos dan media massa, KPK lagi fokus utk kumpulan barang bukti hukum bahwa uang yang diberikan untuk menyuap para Pejabat Kabupaten Bekasi terkena OTT KPK, adalah dari korporasi. Sebagaimana penjelasan Wakil Ketua KPK, Laode M. Syarief, bahwa tak menutup kemungkinan kasus suap Meikarta ini bakal menjerat perusahaan yang terlibat. Tak terkecuali Lippo Group dan PT. Mahkota Sentosa Utama. Apalagi jika memang kedua perusahaan tersebut terlibat dugaan suap perizinan proyek.

Advocat Senior, Elvan Gomes, SH, menggarisbawahi pendapat Wakil Ketua KPK ini. Menurut Elvan Gomes, pernyataan dan sikap Wakil Ketua KPK tersebut harus didukung oleh lapisan masyarakat. Termasuk saya sebagai Advokat, harus mendukung sikap dan tindakan Laode tersebut.

Namun, bagi Elvan, penyilikan kasus ini tidak hanya mengacu kepada aliran dana penyuapan. Tetapi melihatnya harus lebih komplek lagi sebagai perbuatan dugaan permufakatan jahat dalam tindak pidana korupsi yang dilakukan secara sistemik dan masif.

Hal ini terlihat :
1. Dari mulai polemik pembebasan lahan.
2. Pelanggaran tata ruang.
3. Pelanggaran perizinan
4. Pembobolan bank
5. Pembobolan dana masyarakat.
6. Kejahatan di bursa efek
7. Kejahatan ekonomi.

“Dan ini terlihat dalam rangkaian peristiwa hukum bahwa korporasi PT Mahkota Sentosa Utama, merupakan anak usaha dari PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) dengan kepemilikan 100%. Sementara LPCK merupakan anak usaha PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR),” ujar Elvan.

Pages: 1 2

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)