Sunday, 16 December 2018

Banser Latihan Intelijen Dasar, Kiai Rosyad: Akibat NU jadi alat kekuasaan

Banser Latihan Intelijen Dasar, Kiai Rosyad: Akibat NU jadi alat kekuasaan

KH Imron Rosyadi, Pengasuh Pondok Pesantren Al Mimbar Sambong, Jombang

Surabaya, Swamedium.com – KH Imron Rosyadi, Pengasuh Pondok Pesantren Al Mimbar Sambong, Jombang, Jawa Timur mengaku prihatin menyaksikan ulah oknum pengurus NU yang terus-terusan menyeret organisasi ke politik praktis.

“Begitu NU gagal menegakkan khitthah, maka, jamaah dibawah menjadi ‘kayu bakar’. Banser yang mestinya menjaga ulama, terkena imbasnya. Karena harus ikut-ikutan mengamankan politik kekuasaan. Menyaksikan video pendek ‘Banser Latihan Intelijen Dasar’ ini sungguh mengerikan,” tegas Kiai Rosyad panggilan akrabnya kepada duta.co, Senin (12/11/2018).

Banser, kata mantan pengurus GP Ansor Jatim ini, jalurnya kepada kiai, takdzimnya kepada ulama, bukan kepada Kapolri, apalagi sekedar untuk kepentingan Pilpres. Karena itu, Banser tidak perlu belajar intelijen dasar segala, biarlah itu menjadi tugas BIN (Badan Intelijen Negara).

“Tradisi Banser itu gemblengan, makan telur sama kulitnya di bawah bimbingan kiai. Banser jangan bergeser dari tradisi itu, jangan pula mengambil tugas negara,” tambah mantan Pengurus PWNU Jatim ini sambil menyarankan GP Ansor melakukan konsolidasi dan kembali ke jalur aslinya.

Akibat Jadi Alat Kekuasaan

Mengapa semua itu terjadi? “Ini semua akibat pengurus NU gagal mandiri, gagal menegakkan khittah, akhirnya NU terseret jauh ke politik praktis. Akibat lain, harus ikut mengamankan kepentingan politik seseorang atau kelompok atau penguasa. Ini berbahaya. Dan baru kali ini NU benar-benar babak belur,” tegasnya.

Sesepuh GP Ansor Jatim ini kemudian merinci perjalanan NU yang penuh dengan godaan politik. Disadari, karena umat NU begitu banyak, ini menggiurkan bagi politisi, khususnya yang sedang berkuasa. “Selama ini NU berhasil menjaga jarak dengan kekuasaan. Baru kali ini NU menjadi alat kekuasaan,” tegasnya serius.

Era Gus Dur misalnya, tambah Kiai Rosyad, NU berhasil melewati jebakan pemerintah. Meski dikuyo-kuyo tetapi NU tetap berdiri tegak, punya wibawa dan tidak dipermainan oleh elemen lain. Begitu juga ketika Rais Aam dijabat KH Ilyas Ruhiyat, Ali Yafie, KH Sahal Mahfudz, khitthah 1926 NU berdiri tegak.

Pages: 1 2

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)