Sunday, 16 December 2018

Lahirkan PBB, Ini Nasehat Dewan Da’wah Islamiyah buat Yusril

Lahirkan PBB, Ini Nasehat Dewan Da’wah Islamiyah buat Yusril

Jakarta, Swamedium.com – Berita dan opini Yusril Ihza Mahendra (YIM) menjadi advokat Paslon 1 Jokowi-Maruf Amin banyak mendapat pro kontra dikalangan internal partai, tak terkecuali dari pendukungnya dan masyarakat. Beberapa caleg PBB pun diketahui mengundurkan diri.

Sebagian menyatakan YIM sudah jadi cebong, YIM munafik, sebagian lain memperkirakan Partai Bulan Bintang yang diketuainya sedang menuju kehancuran. Namun tak sedikit yang tetap solid mendukung langkah YIM dengan berbagai pertimbangan.

Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia sebagai lembaga yang melahirkan Partai Bulan Bintang (PBB) dan dalam kedudukan sebagai salah satu Wali Amanah partai menginisiasi dialog dengan YIM terkait kepentingan untuk mencari kebenaran sikap dan alasan-alasan yang mendasarinya. Dialog berlangsung di kantor Pusat Dewan Dawah, di lantai 8 Gedung Menara Dakwah, Jl. Kramat raya 45, Jakarta, Senin (13/11).

Hadir dalam pertemuan itu para tokoh DDI antara lain Ketua Umum Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia Drs. Mohammad Siddik, MA, Anggota Pembina Dewan Da’wan Da’wah KH. Cholil Ridwan, Wakil Ketua Umum Bidang Luar Negeri KH Abdul Wahid Alwi, MA dan Wakil Ketua Umum Bidang Kerjasama & Pemberdayaan Daerah Drs. Amlir Syaifa Yasin, Wakil Ketua Umum Bidang Pendidikan DR. Mohammad Noer Kertapati, Ketua Muslimat Dewan Da’wah Hj. Andi Nurul Janah serta sejumlah tokoh PBB seperti M.S. Kaban dan Effendi dan Ahmad Yani.

Hadir pula dalam acara dialog antara lain putri dari dua Ketua Masyumi di masa lalu, Ny Aisyah M Natsir dan Ny Syamsiar, putri Ketua Masyumi terakhir Prawoto Mangkusasmito, serta sejumlah ulama, aktivis PBB dan mahasiswa.

Yusril menjelaskan, keputusannya untuk menerima tawaran sebagai penasihat capres Jokowi-KH. Ma’ruf Amin (JW-KMA) adalah keputusan profesional dalam profesinya sebagai Advokat dan tidak terkait dengan kehendak institusi partai. Ia menegaskan, ini bukan persoalan ideologis, melainkan betul-betul profesional, melakukan advokasi hukum jika dimintai saran dan pendapat jika dipandang perlu. Hal ini telah disepakatinya dengan Erick Tahir yang mengantarai penawaran menjadi penasihat hukum untuk Paslon Nomor 1 dan telah dikonfirmasi langsung kepada Jokowi. “Seperti Pak Kwik Kian Gie,” kata Yusril, “Beliau diminta untuk menjadi Penasehat Ekonomi Prabowo Sandi, tetapi Kwik sama sekali bukan bagian dari Timses kedua paslon itu”.

Pages: 1 2 3 4 5

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)