Sunday, 16 December 2018

Mengurai Kontroversi Bendera Nabi

Mengurai Kontroversi Bendera Nabi

Foto: Sejumlah bendera Arrayan ukuran raksasa dibawa peserta. (swamedium)

Jakarta, Swamedium.com – Kegaduhan di kalangan umat pasca pembakaran bendera bertuliskan kalimat tauhid tampaknya terus berlanjut pada kontroversi seputar eksistensi, fungsi, dan sifat fisikal bendera Nabi saw. Para pihak yang kontra dengan HTI berusaha menolak bendera (rayah dan liwa) tersebut sebagai bendera Islam, bendera Rasulullah saw. Cek di sini https://islami.co dan di sini http://nadirhosen.net Sebaliknya, pihak yang pro berusaha mengukuhkan bahwa itu bendera Rasulullah saw. Cek di sini https://mediaumat.news dan di sini www.muslimahnews.com

Kedua belah pihak menguatkan argumentasi masing-masing dengan berpijak pada metodologi kritik otentisitas—atau paling tidak merujuk pada penilaian ulama pakar hadis—informasi seputar bendera Nabi saw., meski pihak kontra melibatkan pula analisa maestro pembuat kaligrafi Arab di Indonesia dari aspek sejarah khat, untuk mendukung tesis mereka.

Di kalangan internal jam’iyyah Persis, kajian tentang bendera Nabi ini telah dilakukan oleh generasi muda Persis, jauh sebelum pembakaran bendera terjadi. Hasil kajiannya telah dipublikasi secara terbuka di media online ini http://abu-quthbie.blogspot.com dan telah dimuat pula dalam media offline: majalah Risalah No. 8 TH.56, November 2018, hlm. 74-81.

Setelah mencermati argumentasi berbagai pihak tampak terlihat adanya ketidaktepatan—untuk tidak menyebut kelemahan—SOP takhrij al-hadits dan metodologi al-Jarh wa at-Ta’dil yang digunakan, karena semua pihak hanya focus berkutat soal keabsahan pada satu-dua riwayat yang memperbincangkan sifat fisikal bendera, sehingga abai terhadap semua informasi bendera yang tersebar pada sekitar 250 riwayat secara kolektif, baik soal eksistensi, fungsi, maupun sifat fisikalnya, sebagai berikut:

Eksistensi dan Fungsi

Eksistensi dan fungsi Al-Liwaa’ dan Ar-Raayah adalah factual (berdasarkan kenyataan; mengandung kebenaran) berdasarkan hadis shahih, antara lain riwayat Imam Al-Bukhari yang tercantum pada bab

Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)