Wednesday, 20 March 2019

Janjikan SIM Seumur Hidup, PKS Dianggap Cari Sensasi

Janjikan SIM Seumur Hidup, PKS Dianggap Cari Sensasi

Foto: Penyampaian aspirasi Road Safety Association (RSA) ke Fraksi PKS DPRD DKI beberapa waktu lalu. (lucky/swamedium)

Jakarta, Swamedium.com — Pernyataan Wakil Ketua Tim Pemenangan Pemilu (TPP) Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Drs. H. Almuzzammil Yusuf, M. SI, mengenai janji politik PKS terkait pemberlakuan Surat Izin Mengemudi (SIM) seumur hidup dianggap tidak memahami permasalahan keselamatan lalu lintas dan hanya mencari sensasi.

Hal itu disampaikan anggota Badan Kehormatan Asosiasi Keselamatan Jalan Indonesia atau Road Safety Association (RSA) Indonesia, Rio Octaviano melalui rilisnya, Kamis (22/11) malam.

“Apa yang disampaikan PKS hanya mencari sensasi politik dan tidak menguasai permasalahan keselamatan lalu lintas yang sebenarnya,” kata Rio.

Dia mengatakan, masa berlaku SIM selama 5 tahun, adalah bentuk kontrol oleh Pemerintah untuk memastikan pengendara masih memiliki keterampilan berkendara yang mencukupi.

“Dan apabila tidak diperpanjang dalam kurun waktu 1 hari setelahnya, maka, pemegang SIM wajib melakukan seluruh test awal kembali. Dengan cara ini, pengendara yang berada di jalan, akan tetap dalam kontrol pemerintah dengan melakukan perpanjangan per 5 tahun,” ujar Rio.

Pria yang juga aktif dalam bela diri pencak silat itu menegaskan, pentingnya engujian keterampilan dan pengetahuan mengenai lalu lintas jalan adalah hal yang mutlak dimiliki oleh seluruh pengguna jalan.

“Maka dari itu, RSA membuat satu formulasi khusus dalam keselamatan jalan, yaitu segitiga RSA, atau segitiga Rules, Skills and Attitude, karena keselamatan jalan adalah sebuah gabungan dari beberapa aspek yang harus dijalankan secara komprehensif bukan secara parsial,” tukas dia.

Sejalan dengan Rio, Ketua Umum RSA Indonesia, Ivan Virnanda mengatakan bahwa SIM adalah sebuah mandat yang diberikan negara kepada pengendara. Banyaknya jumlah pengendara motor di Indonesia yang diiringi dengan tingginya angka kecelakaan yang libatkan sepeda motor masih memerlukan regulasi yang ketat, termasuk soal perizinan seorang masih layak atau tidak untuk berkendara.

Pages: 1 2

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)