Sunday, 16 December 2018

Dahnil dan Istri Lemparkan Bola Panas ke Kubu Ahli Fitnah

Oleh: Asyari Usman*

Jakarta, Swamedium.com — Kolam ceb*ng kucar-kacir. Dahnil Anzar dan istrinya, Heni Novitasari, melemparkan bola panas ke kelompok “ahlul fitnah” yang bersarang di kubu anti-Prabowo. Dan juga ke arah satu-dua media yang langsung menuduh Dahnil melakukan korupsi. Media-media ini menulis berita tanpa kaidah dasar jurnalistik. Tanpa akal sehat.

Mbak Heni menuliskan pledoi di akun FB-nya yang berisi poin-poin tentang kredibiltas suaminya. Sementara Dahnil membuat penjelasan yang jernih di depan konperensi pers setelah dia diperiksa polisi. Lihat saja bahasa tubuh Dahnil. Dengan santai dia mencela dua media yang gegabah menyimpulkan bahwa dia melakukan korupsi.

Para penulis dan watawan Projo dibuat terbelalak membaca uraian Mbak Heni mengenai integritas suaminya. Juga integritas Pemuda Muhammadiyah secara keseluruhan. Para wartawan murahan ini masih berusaha sok dengan gaya mencecar di konperensi pers. Kasihan!

Dahnil tidak melakukan korupsi. Uang dua miliar tidak membuat dia silau. Alhamdulillah, Dahnil masih santun. Dia meminta maaf di depan para wartawan yang sok tahu ketika dia harus mengatakan bahwa “duit dua miliar tidaklah seberapa bagi dia”. Untunglah Dahnil sabar menghadapi para wartawan g**lok yang ingin menunjuk-nunjukkan gaya investigatif.

Pemuda Muhammadiyah mengembalikan uang dua miliar kepada Kemenpora bukan karena takut dikejar dari sisi penyelidikan korupsi. Mereka kembalikan itu karena harga diri. Tidak seperti ormas-ormas pengemis yang meminta-minta kepada penguasa. Mereka kembalikan itu karena punya “moral high ground”. Punya standing moral yang tinggi. Jauh dari perilaku orang-orang yang berlagak pembela NKRI, pembela Pancasila, tetapi justru merendahkan diri mereka di depan para penguasa dan taipan penyogok.

Ada pimpinan ormas yang disogok 30 miliar, sudah luar biasa puja-pujinya kepada para penggarong negara ini. Beginilah mental Anda yang memfitnah Dahnil. Kalian serahkan kepala kalian untuk dikentuti oleh taipan. Kalian sodorkan hidung kalian untuk dicucuk dan kemudian ditarik-tarik oleh penguasa dzolim.

Pages: 1 2 3

Related posts

Comments on swamedium (1)

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (1)