Sunday, 16 December 2018

Reuni 212 dan Sejarah Kompas

Reuni 212 dan Sejarah Kompas

Ilustrasi: hersubenoarief.com

Oleh: Tjahja Gunawan*

Jakarta, Swamedium.com — Wartawan senior Asyari Usman berjudul “Koran Kompas Menghina Reuni 212” viral di media sosial.
Mantan wartawan BBC ini menilai, Harian Kompas telah melakukan kesalahan besar terkait kebijakan mereka dalam memberitakan peristiwa besar nasional, Reuni 212, pada 2 Desember 2018.

Harian Kompas edisi hari Senin, 3 Desember 2018, lebih memilih mengangkat berita utama tentang sampah daripada Kegiatan Akbar Reuni 212 yang dihadiri jutaan orang. Acara tersebut tidak hanya dihadiri umat Islam tetapi juga sejumlah kalangan non Muslim. Kesaksian masyarakat non muslim yang hadir di acara yang berjalan super damai tersebut, juga telah beredar luas di media sosial.

Masyarakat yang datang ke acara tersebut juga bukan hanya dari Jabodetabek tetapi dari berbagai daerah di Indonesia. Sehingga wajar kalau kemudian Kawasan Monas berubah menjadi lautan manusia dan jumlahnya lebih dari 7 juta orang. Hampir semua ruas jalan menuju Monas, dipadati masyarakat yang hendak menghadiri Reuni Akbar 212.

Salam tulisannya, Asyari Usman sampai pada kesimpulan bahwa , penempatan “sampah” sebagai berita utama Kompas, menyelipkan pesan yang sangat menghina Reuni 212. Mereka meletakkan berita reuni itu di halaman dalam. “Saya berpendapat, segenap pimpinan redaksi Kompas menganggap Reuni 212 sebagai “peristiwa sampah”. Itulah pesan Kompas dengan menampilkan liputan mengenai sampah di halaman satunya,” demikian Asyari Usman.

Setelah tulisan tersebut beredar luas di media sosial, sontak Pemimpin Redaksi Kompas Ninuk Pambudy menanggapinya melaui
akun tweeter @ninuk_pambudy. Ninuk menyebutkan bahwa masalah sampah jadi liputan Kompas sejak pekan lalu, bahkan konsisten dari waktu ke waktu.

Kritikan terhadap kebijakan redaksi Kompas juga dilontarkan Hersubeno Arief dalam tulisannnya berjudul “Bunuh Diri Massal Media Indonesia”.

Pages: 1 2 3 4 5

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)