Monday, 25 March 2019

Jadikan 2019, Tahun Kemenangan ‘Sejatinya Akal Sehat’

Jadikan 2019, Tahun Kemenangan ‘Sejatinya Akal Sehat’

Ilustrasi Watyutink.com

Oleh: Eros Djarot*

Jakarta, Swamedium.com — Menyambut Tahun Baru 2019, semoga saja para pemimpin di negeri ini mendapat curahan rahmat dan hidayah-Nya, amin. Rakyat sangat berharap agar para pemimpin mampu melahirkan cara dan pemikiran baru yang mampu mengantar bangsa ini menyelesaikan tahapan pemilu-pilpres dengan damai. Terutama tentunya mampu mengakhiri perhelatan akbar ini di mana kehidupan rakyatnya tetap terjaga dalam semangat kekeluargaan untuk tetap hidup bersatu walau dalam berbagai perbedaan.

Dalam kaitan ini, duet Jokowi-Prabowo di pangung politik Pemilu-Pilpres 2019, merupakan sentral dan sumber kekuatan paling penting dan paling menentukan. Tentunya dalam hal mengarahkan bagaimana kelak warna dan tingkat kualitas bangsa Indonesia dalam menyelesaikan amanat Undang-Undang Dasar ’45 yang mengharuskan terselenggaranya pemilu setiap 5 tahun sekali. Hal sangat penting inilah yang belakangan ini justru tergerus posisinya ke prioritas paling bawah, tergusur oleh nafsu politik perebutan kekuasaan yang memunculkan semangat saling meniadakan, dengan segala cara.

Sikap dan pola pikir saling memisahkan diri dengan garis demarkasi politik aliran yang sangat kental ini, belakangan terasa semakin menguat. Hal mana dikarenakan pilihan politik para pemimpin negeri ini yang dengan kekuatan mereka miliki, berhasil hanya memunculkan dua calon pasangan capres-cawapres.

Dengan demikian, berbekal masa cukup panjang untuk mengentalkan permusuhan lewat suntikan politik aliran yang cukup intensif, berawal sejak pasca kekalahan kubu Prabowo pada Pilpres 2014, dipertajam dengan kemenangan Anies-Sandi pada Pilgub DKI, dan berlanjut pada Pilkada-Pilgub di Jabar, Jateng, dan Jatim, pilihan untuk hanya menghadirkan dua pasangan calon ternyata telah melahirkan buah simalakama. Lebih banyak mudharatnya ketimbang manfaatnya!

Dengan akumulasi perbenturan panjang antar dua kubu yang terpelihara dengan baik ini, maka terbangunlah dua kelompok komunitas bangsa yang terbelah dua dan berpotensi akan terus saling berhadapan dan saling meniadakan yang berkelanjutan. Tidak mengherankan bila dalam kampanye pemilu-pilpres yang digelar sebagai agenda nasional, berseliwerannya hoax, derasnya ucapan kebencian, dan serangan terhadap pribadi capres-cawapres yang melampaui batas, mendominasi dunia perpolitikan nasional. Kian hari kekalahan akal sehat pun semakin nyata. Sementara kelompok yang konon giat sesumbar berpihak pada akal sehat pun, turut tergelincir ke dalam kubangan akal busuk yang sama sekali tidak menyehatkan.

Pages: 1 2 3

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)