Thursday, 24 January 2019

Orang-orang yang Kasihan

Orang-orang yang Kasihan

Foto: Ustadz Felix Siauw saat menyampaikan tausiyah di Masjid An-Nashru, Cilincing, Jakarta Utara, Sabtu (25/11). (ist)

Oleh: Felix Siauw

Jakarta, Swamedium.com — Adalah orang yang tiap kali dia melihat postingan orang lain, yang pertama kali dia cari adalah kesalahan orang lain, aibnya, kekurangannya, cara untuk menghinanya.

Mereka tak bisa menahan tangannya dari berkomentar buruk, mereka puas hatinya bila bisa membuat yang lain sakit, bahagia kalau bisa merendahkan orang lain.

Mereka juga tak mau membuka diri untuk pandangan yang lain, “hanya kami yang benar, yang lain pasti salah”, fanatik buta, dan mematikan pikir dan rasa.

Mereka yang membiarkan iri serta dengki menguasai hatinya, hingga yang keluar dari lisannya senantiasa bermasalah, mengumbar permusuhan.

Maka mereka kehilangan kenikmatan untuk introspeksi, kesempatan untuk mengambil kebaikan, dan peluang untuk membuka jaringan dan menambah teman.

Merek takkan punya prestasi, sebab sudah sibuk dengan kenegatifannya. Mereka juga takkan kemana-mana, sebab waktunya sudah habis buat memanjakan hasad.

Takkan menarik jatuh orang lain, kecuali mereka yang dibawah. Takkan berbicara buruk dibelakang, kecuali mereka yang tertinggal dan dilupakan.

Karena yang diatas akan menarik dan membantumu, yang didepan akan mencontohkan prestasi bagimu. Dan yang mulia, mereka takkan merendahkan orang lain.

Jadi kita sudah tahu, mereka yang suka merendahkan, menghina, mencela dan mencerca, adalah mereka yang sakit dan menderita, kasihan mereka.

Bila kita melihat salah satunya di kolom komentar di postingan ini, berbelas kasihanlah. Jangan lagi tambah lagi derita diri mereka, cukup doakan saja.

Doa dari Madinah Al-Munawarrah, pada tiap jiwa yang membaca tulisan ini, agar hatinya senantiasa dibersihkan oleh Allah dari segala jenis penyakit hati.

Terkhusus bagi jomblowan-jomblowati, agar istiqamah taat sampai waktu yang Allah tentukan, agar diberi jodoh yang bisa menambah taat, bisa ibadah bersama di Madinah.

Pages: 1 2

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)