Thursday, 24 January 2019

Istana Pasir Jokowi Bernama Infrastruktur

Istana Pasir Jokowi Bernama Infrastruktur

Foto: Presiden RI Joko Widodo. (ist)

Oleh: Edy Mulyadi*

Jakarta, Swamedium.com — Proyek infrastruktur di Indonesia ternyata berkualitas rendah dan tidak memiliki kesiapan. Bukan itu saja, proyek yang jadi kebanggaan Presiden Joko Widodo itu juga tidak terencana secara matang.

Jangan buru-buru bilang hoax, ya. Pasalnya, pendapat ini bukan datang dari Capres-Cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dan atau para pendukungnya. Maklum, di mata rezim yang tengah berkuasa kini, fakta dan data pun jika dianggap merugikan penguasa, dengan sigap diberi stempel hoax.

Asal tahu saja, kritik yang lumayan pedas tentang infrastruktur tadi datang dari Bank Dunia, pekan silam. Jadi, sekali lagi, bukan hoax. Ini resmi, karena catatan kritis itu dimuat dalam Dalam laporan bertajuk Infrastructure Sector Assessment Program yang dirilis pada Juni 2018.

Masih dari laporan tersebut, Bank Dunia menjelaskan proyek infrastruktur Indonesia tidak diprioritaskan berdasarkan kriteria atau seleksi yang jelas. Reputasi proyek di Indonesia berkualitas rendah dan tidak direncanakan dengan baik.

Anak-anak milenial meringkas paragraf ke-4 artikel ini dengan satu kata, asal-asalan. Berbekal kajian Bank Dunia tersebut, mau tidak mau kita memang kudu sependapat dengan anak-anak tadi. Bahwa proyek kebanggaan Jokowi yang maju lagi sebagai Capres 2019-2024 memang asal-asalan.

Sebetulnya, tanpa adanya laporan Bank Dunia itu pun, rakyat sudah lama punya pendapat senada. Sebagai konsumen (khususnya pengguna jalan), yang pertama rakyat rasakan adalah tarif tolnya mahal sekali. Kesan mahal kian nyata saat dibandingkan dengan tol yang dibangun era Presiden-presiden sebelumnya. Di kalangan supir truk, bahkan sempat tenar istilah “Tol Jokowi” untuk merepresentasikan kelewat mahalnya tarif jalan-jalan tol yang dia bangun.

Selain itu, di kalangan rakyat diam-diam bersemayam kekhawatiran sekaligus ketakutan. Pasalnya, rakyat tau persis, pembangunan infrastruktur yang jor-joran itu dibiayai dari utang. Inilah yang menjelaskan mengapa utang yang dibuat rezim Jokowi bertambah Rp1.600 triliun hanya dalam tempo kurang dari empat tahun.

Pages: 1 2 3 4

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)