Thursday, 21 March 2019

Tak Berlebihan, Sandiaga Seorang yang Biasa-biasa Saja

Tak Berlebihan, Sandiaga Seorang yang Biasa-biasa Saja

Calon Wakil Presiden Nomor Urut 02 Sandiaga Uno saat potong rambut.

Oleh: Ady Amar*

Jakarta, Swamedium.com – Melihat Sandi, panggilan akrab Sandiaga Salahuddin Uno, seperti melihat gambar dari berbagai dimensi dan lalu mendapatkan sisi yang sempurna. Melihat Sandi dalam beberapa bulan terakhir ini yang tampak adalah anak muda yang mewakili generasi milenial, hangat tampilannya dengan terus mengumbar senyum.

Pribadi humble yang tidak terkesan menjadi sesuatu untuk dispesialisasikan. Biasa saja tampilannya. Jika tidak dengan baju lengan panjang warna biru muda, dan acap juga menggunakan t-shirt warna biru dengan celana coklat muda, dia menjelajah turun hingga ke pelosok menyapa masyarakat. Baik yang mengenalnya maupun belum mengenalnya dengan baik.

Sandi menjadi magnet yang mampu menempelkan dirinya dengan masyarakat berbagai lapisan dengan begitu sempurnanya. Pendekatan sosiologis apa adanya menjadi modal dasar menemui konstituennya. Senyum hangatnya seolah menawarkan solusi bagai seseorang yang hidup di padang belantara-padang tandus, dan lalu menemukan air penghilang dahaga.

Sandi dikenal sebagai pengusaha sukses, tentu tajir, tapi tidak sebagaimana kebanyakan pengusaha sukses yang buncit perutnya. Sandi penggila olahraga. Hari-harinya meski dengan kesibukan seabrek dia tetap menyempatkan berolahraga dengan teratur. Jarang kita temui pebisnis papan atas semacam Sandi, tetapi tetap menjadikan olahraga sebagai menu kesehariannya.

Wajahnya yang bersih dan menurut banyak orang tampan, tentunya jadi nilai lebih lainnya dari seorang Sandi. Wajah nyaman dipandang (good looking). Wajah yang tidak saja membuat anak milenial ternganga, tapi emak-emak pun meleleh dibuatnya. Ternganga dan meleleh tidak saja pada ketampanannya, tapi juga prestasi yang diukirnya.

Jika digarap lebih serius lagi, dan pemihakan media arus utama yang adil, tidak mustahil Sandi bisa menjadi simbol yang akan ditokohkan generasi milenial. Tampaknya itu hal yang dimungkinkan di tengah anak-anak muda yang kehilangan tokoh idolanya. Sandi bisa menjadi alternatif pilihan utama.

Pages: 1 2 3

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)