Thursday, 24 January 2019

Sabotase GARBI Bandung

Sabotase GARBI Bandung

Oleh: Muhammad Elvandi, Lc. MA.*

Bandung, Swamedium.com — Dunia politik memang asyik. Karena dinamis dan menguji adrenalin generasi yang optimis. Jika kita berharap iklim politik se-sepoi angin Ciwidey dan selembut deburan ombak Pangandaran, maka tidak perlulah berpolitik.

Tapi dinamika politik itu sekencang pacuan kuda, ada yang menang, ada yang jatuh, ada yang dijatuhkan. Serumit catur, ada serangan pion padahal yang berkonspirasi adalah sang raja. Ada bunuh diri sang Menteri, padahal tujuannya membuat lawan skak mati.

Tabiat inilah yang menyadarkan para Garbi-ers, bahwa dinamika politik adalah makanan harian. Ada tempat bagi perasaan, tapi yang menjadi andalan adalah rasionalitas pikiran.

Diantara dinamika yang akan selalu dihadapi adalah sabotase politik. Sabotase, menurut Britanica Encyclopedia, adalah kerusakan yang disengaja atas sebuah kepemilikan, bertujuan menghancurkan bisnis, sistem ekonomi, dll.

Ia adalah perangkat standar dalam pertarungan. Apalagi dalam situasi perang. FBI mencatat ada 19 ribu lebih kasus sabotase selama perang dunia II. Dalam masa damai, konsep sabotase semakin berkembang dan kreatif. Ia tidak melulu menyasar fisik, seperti logistik, kantor, nyawa tokoh, tapi juga unsur non-fisik, seperti reputasi, preferensi politik, bahkan sebuah brand.

Richard Melville dan Holrook, menjelaskan dengan gamblang semua landasan teoritis, mekanisme dan strategi dalam sebuah buku tools politik terpenting ‘political sabotage’. Bacaan wajib pada aktivis politik.

Dalam konteks politik Indonesia, kehadiran ormas Garbi seperti konvoi kendaraan yang sedang melaju bersama. Konvoi ini membuat rakyat membuka jendela dan menonton.

Iring-iringan ini adalah daya tarik, bagi siapapun yang ingin mendapat manfaat dari rombongan besar yang sedang melaju. Dalam social science disebut ‘free-rider’. Bisa berupa mendompleng, memanfaatkan, memperalat, bisa sabotase.

Pages: 1 2 3 4 5

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)