Wednesday, 20 February 2019

Di Xinjiang, Lantunan Ayat Al Quran Langka dan Mahal

Di Xinjiang, Lantunan Ayat Al Quran Langka dan Mahal

Foto: Kitab suci Al Quran. (ist)

Oleh: Azzam Mujahid Izzulhaq*

Jakarta, Swamedium.com — Seketika saya terhenyak. Kaget seakan tak percaya. Sayup saya mendengar orang yg membaca Al Quran. Lantunan ayat yg dibacanya mengiris hati. Lama saya tak mendengar firman-firman Allah dibaca.

Ya, di Xinjiang apa pun kotanya lantunan ayat Al Quran menjadi sesuatu yang langka dan mahal. Langka karena banyak penduduk Muslimnya ketakutan. Sesiapa yg menyimpan Al Quran, akan menanggung ancaman yg tidak biasa. Mahal karena Al Quran tak lagi ada tersimpan di rumah-rumah, toko buku, hingga bahkan di dalam masjid.

Di sini, yg justru banyak diperdengarkan adalah lagu anak-anak yg isinya bertemakan rajin bekerja. Di pasar, di jalanan, di manapun seakan ada pengeras suara selalu mengukuti kita. Sesekali, diselingi instruksi untuk semangat bekerja dalam bahasa Mandarin dan Uyghur. Sebuah simbol dan jargon biasa untuk negara yg berideologi komunis sepertinya.

Padahal, penduduk Muslim di sini bukan pemalas. Bahkan lebih rajin mereka bekerja, karena tuntutan kehidupan. Terlebih jika ada kepala keluarganya yg dimasukkan ke dalam camp, para istrinya ini bekerja serabutan dengan begitu kerasnya untuk memenuhi hajat hidup anghota keluarga yg lainnya.

“Kami takut ‘diambil paksa’ untuk kemudian masuk ke dalam camp,” jawab seorang pemuda berusia 28 tahunan (demi alasan keamanan mereka, saya tidak akan menyebut namanya).

“Kami hanya bisa membaca Al Quran yg telah diterjemahkan ke dalam bahasa Uyghur atau Mandarin, itu pun sembunyi-sembunyi dan satu atau dua ayat saja”, lanjutnya.

“Ada kalanya, kami hanya membaca ayat-ayat yg sudah kami hafal saja seperti surat Al Fatihah. Lalu kami baca berulang-ulang. Kami tak bosan. Karena ayat itu yg hanya bisa kami baca dalam hati tanpa diketahui siapa pun,” tutur dia selanjutnya.

Pages: 1 2

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)