Monday, 18 February 2019

Buya Hamka Sudah Melek Politik Sejak Menjadi Jurnalis

Buya Hamka Sudah Melek Politik Sejak Menjadi Jurnalis

Jakarta, Swamedium.com — Jika membicarakan karir politik Hamka, umumnya orang akan merujuk pada kiprahnya di Konstituante. Tidak diragukan lagi, Hamka telah memberikan sumbangan besar melalui pidato-pidatonya yang bernas di sidang-sidang Konstituante. Akan tetapi, Hamka sebenarnya sudah melek politik jauh sebelum itu.

Hal itu disampaikan oleh Dr. Tiar Anwar Bachtiar, doktor Ilmu Sejarah jebolan Universitas Indonesia (UI) yang hadir sebagai narasumber dalam sesi kedua kajian “Napak Tilas Keteladanan Politik Buya Hamka”. Kajian yang diselenggarakan di Masjid Abu Bakar Ash-Shiddiq, Cawang, pada hari Ahad (20/01) lalu ini adalah bagian dari rangkaian kegiatan 111 Tahun Buya Hamka yang diadakan oleh Sekolah Pemikiran Islam (SPI).

“Konstituante adalah lembaga yang sengaja dibentuk untuk mendiskusikan dasar negara dan undang-undang dasar, sebab Pancasila dan UUD 1945 yang dihasilkan oleh BPUPKI memang sejak awal hanya dimaksudkan sebagai konstitusi sementara. Penyusunannya pun hanya beberapa bulan saja,” ujar anggota PP Persis asal Garut ini.

Karena tugas utamanya memang mendiskusikan dasar negara dan undang-undang, maka perdebatan filosofis soal Pancasila memang merupakan bagian tak terpisahkan dari sidang-sidang Konstituante itu. “Hanya saja perlu diingat, yang didiskusikan tidak melulu soal dasar negara. Karena undang-undang dasar juga dibahas, maka pembahasannya meluas kemana-mana. Buya Hamka malah terlihat sangat aktif mendiskusikan persoalan-persoalan seputar militer, ekonomi dan sebagainya,” ungkapnya lagi.

Luasnya topik yang didiskusikan oleh Hamka dalam ruang sidang Konstituante itu menunjukkan bahwa beliau memang sangat memahami berbagai persoalan yang dihadapi oleh negara.

“Memang politik bukan barang baru bagi Hamka. Di jaman pendudukan Jepang, beliau diminta duduk sebagai anggota Chuo Sangi In, semacam badan pertimbangan yang dibuat untuk memberi masukan kepada pemerintah Jepang. Dan jangan lupa, beliau lama berkarir sebagai jurnalis dan redaktur sejumlah majalah,” ujar Tiar. Karirnya sebagai jurnalis itulah yang membuatnya menguasai banyak permasalahan di tanah air.

Pages: 1 2

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)