Wednesday, 20 February 2019

Penerbitan SUN dengan Imbal Hasil 11,625 Persen Bukan Hoax

Penerbitan SUN dengan Imbal Hasil 11,625 Persen Bukan Hoax

Salamuddin Daeng

Jakarta, Swamedium.com — Pengamat ekonomi politik dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI), Salamuddin Daeng, Selasa (29/1), mengatakan penerbitan Surat Utang Negara (SUN) dengan imbal hasil (yield) hingga 11,625 persen tidak keliru. Pasalnya, bunga utang itu hingga saat ini belum ditutup.

“Masih berlaku, jadi tidak ada yang hoax. Kecuali surat utang itu sudah ditutup, tidak diperdagangkan lagi atau sudah dibayar lunas,” ujar Salamuddin.

Awalnya, ekonom senior Dr. Rizal Ramli menyampaikan rencana pemerintah menerbitkan SUN sebesar 2 miliar dolar AS dengan yield 11,625 persen.

Namun, beberapa waktu kemudian, RR sapaan akrab pria itu mengoreksinya. Dia menyebutkan SUN dengan yield 11,625 persen adalah versi lama. Sementara yang terbaru sekitar 8,5 persen. Meski demikian, angka itu masih menjadi yang tertinggi dibandingkan Vietnam yakni 5 sampai 6 persen.

Kembali kepada Salamuddin, dia menyebutkan, yield 11,625 persen hingga saat ini masih berlaku. Adapun kode kupon dan perdagangannya adalah Sri Mulyani Indrawati, Menteri Ekonomi sekarang. Yaitu USY20721AP44, Y20721AP4.

“Jadi SMI ini lancang kalau soal utang dengan bunga tinggi, ngeri ini orang, terlalu lancang. Naikin-naikin bunga terus, dia nggak mikir masyarakat bayar berapa?” ujar Salamuddin.

Yield 8,5 persen juga dinilainya masih rawan.

“Perkiraan saya, akan naik bunga surat utang kita, karena resikonya makin tinggi. Berapa lama dia bertahan di angka 8 persen itu,” tutupnya.

Sumber: Konfrontasi

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)