Monday, 18 February 2019

UBN: Buya Hamka sosok Ulama yang tak kenal kompromi

UBN: Buya Hamka sosok Ulama yang tak kenal kompromi

Jakarta, Swamedium.com — Ustadz Bachtiar Nasir menilai sosok Buya Hamka sebagai tokoh spesial. Salah satu keistimewaannya adalah sikapnya yang berani dan tegas, bahkan tak kenal kompromi dalam masalah kebenaran. Hal itu disampaikannya dalam kajian “Menjejak Warisan Ilmu Sang Ayah Bangsa” di AQL Islamic Center, Tebet, Jakarta, Jum’at (25/1) lalu.

Meski kajian baru dimulai pukul 20.15 WIB, namun hal itu terbukti tidak menyurutkan semangat para pemuda yang datang untuk menghadiri kajian ini. Sebagian di antara mereka bahkan telah hadir di lokasi sejak Maghrib.

“Memang yang kami sasar dalam rangkaian kegiatan 111 Tahun Buya Hamka ini adalah anak-anak muda. Banyak di antara mereka yang tidak kenal Buya Hamka, atau mungkin hanya kenal sebatas namanya saja. Dua kajian sebelumnya alhamdulillaah sukses, dan antusiasme peserta luar biasa. Sekarang pun begitu. Banyak yang penasaran ingin mendengarkan bagaimana UBN bercerita tentang sosok Buya Hamka,” ungkap Muhammad Fahim Ilmi, sang Ketua Panitia.

“Buya Hamka adalah sosok ulama pemberani. Kalau ada yang mengira saya pemberani, saya rasa masih belum ada apa-apanya dibandingkan beliau,” ujar UBN.

Buya Hamka, menurut UBN, tidak pernah surut dalam membela kebenaran. “Kapan saja melihat kebatilan atau kezaliman, Buya Hamka pasti angkat bicara. Dan itu semua dilakukannya seolah tanpa beban. Di saat semua orang takut dengan keganasan PKI, Buya Hamka tidak lelah menyerang komunisme,” ungkap UBN lagi.

Keberanian Buya Hamka, menurut UBN lagi, tidak sama dengan kenekatan. “Beliau berani karena benar, dan keberaniannya benar-benar dengan perhitungan. Jadi tidak asal tabrak seperti preman. Setiap risiko dihadapinya dengan tabah, termasuk juga penahanannya selama dua tahun di penjara. Semua dihadapinya dengan tetap menjaga akhlaqnya,” tandas UBN.

Pages: 1 2

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)