Wednesday, 20 February 2019

Prediksi Debat II Capres 2019

Prediksi Debat II Capres 2019

Oleh: Igor Dirgantara*

Jakarta, Swamedium.com — Debat Pilpres tahap II akan digelar 17 Februari 2019 di Hotel Sultan, Jakarta. Debat II nanti hanya antara Prabowo vis a vis Jokowi sebagai capres. Debat capres II layak di nanti karena pemilih berharap mendapat kejutan, informasi dan gagasan terbaru yang belum pernah di baca atau di dengar sebelumnya. Selain itu, tentu khalayak ingin melihat penampilan anyar kedua capres yang head to head berkompetisi lagi di 2019 ini. Manusia itu binatang mata. Di layar kaca, kesan bisa lebih penting daripada pesan.

Moderator untuk debat II nanti adalah Tommy Tjokro dan Anisha Dasuki. Minimal dua kali saya pernah ditemani oleh kedua penyiar iNews TV ini sebagai nara sumber. Kesan saya, kedua orang ini cerdas, berpengalaman, good looking, profesional dan pastinya akan netral memandu Debat II nanti – yang akan disiarkan langsung oleh MNC Group. Moderator punya peran penting guna mengatur jalannya debat. Moderator Debat II harus lebih berani, kreatif dan atraktif, tanpa banyak memotong pembicaraan kedua capres, sehingga alur debat lebih seru dan dinamis. Catatan pentingnya adalah bahwa menggali cara berpikir capres itu jauh lebih penting ketimbang visi misi-nya yang pasti semua baik. Prediksi saya: Tommy Tjokro dan Anisha Dasuki bakal tampil jauh lebih baik dari pada moderator sebelumnya di debat pertama. Tema Debat II Capres 2019 nanti adalah soal infrastruktur, pangan, lingkungan hidup, energi dan sumber daya alam.

Jualan utama petahana pasti kinerjanya, terutama dalam membangun infrastruktur. Tetapi selalu ada ekses sosial bagi masyarakat sekitar akibat pembangunan infrastruktur tersebut. Pembangunan manusia harus lebih utama daripada infrastruktur. Bengkaknya utang luar negeri demi prioritas infrastruktur juga bisa menjadi peluru dalam Debat II nanti. Konsep pembangunan infrastruktur tanpa utang bisa dilontarkan Prabowo, sekaligus jadi solusi. Terkait masalah pangan, Indonesia harus berdaulat soal pangan. Pemerintah saat ini masih banyak bergantung impor dalam memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri. Oleh karena itu, Prabowo dapat konsentrasi pada pendekatan yang berpihak kepada peningkatan sumber-sumber produksi, ketimbang terjebak mengatakan ‘stop impor’. Pembenahan data produksi nasional wajib dilakukan, sebut misalnya data beras. Selisih data surplus beras versi Kementan dengan BPS pernah jadi sorotan publik. Salah data bisa berakibat salah kebijakan. Revitalisasi sektor pertanian adalah kata kuncinya.

Pages: 1 2 3

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)