Monday, 18 February 2019

Kandangnya Diobrak-abrik Sandiaga, Banteng Blingsatan

Kandangnya Diobrak-abrik Sandiaga, Banteng Blingsatan

Cawapres Nomor Urut 02 Sandiaga Uno senam bersama ribuan masyarakat di Pekalongan

Oleh: Pirman*

Jakarta, Swamedium.com — Sekelompok Banteng secara nasional mendadak blingsatan. Alasannya, kandang mereka diobrak-abrik. Siapa pelakunya?

Siapa yang berani mengobrak-abrik kandang Banteng? Sekuat dan secerdas apakah ia? Bukankah Matador piawai pun harus menghindar saat Banteng menerjang kain merah yang dikibaskan untuk memancingnya?

Pantas saja Banteng blingsatan. Pantas saja pengobrak-abrik kandang Banteng tak takut. Alasannya dua: ia jago berlari dan tak mengenakan kain berwarna merah.

Cawapres Nomor Urut 02 Sandiaga Uno berdialog dengan ribuan masyarakat di Tegal, Jawa Tengah.

Ia masih muda. Yang dikenakan kadang putih, sesekali biru gelap, kemudian biru muda, dan apa saja asal terkesan bahagia.

Pengobrak-abrik kandang Banteng ini benar-benar tak punya rasa takut. Tahu kenapa? Karena ia berada di jalur yang benar. Ia berani karena benar dan berjuang dengan cara yang benar.

Bukankah takut merupakan tabiat orang yang keliru? Sudah takut, panik, kagetan pula. Termasuk kaget dengan mahalnya harga tiket pesawat. Padahal, mudah kaget berbahaya. Bisa akibatkan serangan jantung. Na’udzubillah.

Tak hanya itu, pengobrak-abrik kandang Banteng juga memiliki kebiasaan dan ciri khas. Mirip. Mudah dikenali. Sayangnya, kalau Gendruwo yang melihat ini dipastikan mendadak sontoloyo.

Ia, sang pengobrak-abrik kandang Banteng, selalu dikerumuni emak-emak. Mulai dari pemilih pemula, emak sosialita, ibu rumah tangga, sampa ibu-ibu di perkampungan yang lugu dan jujur. Lugu dan jujur ya, bukan tukang pencitraan yang hobi berfoto sendirian di pantai atau pematang sawah.

Selain itu, pengobrak-abrik Kandang Banteng ini juga tahu peta. Dia rajin membaca. Matanya menelisik. Telingaya tajam mendengar keluhan. Otaknya cerdas merumuskan solusi. Hatinya jernih dan langkah kaki-tangannya cekatan melakukan amal.

Pages: 1 2

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)