Wednesday, 20 March 2019

Pemerintah Bisa Jadi Bulan-bulanan dari Pembelian Saham Freeport

Pemerintah Bisa Jadi Bulan-bulanan dari Pembelian Saham Freeport

Jakarta, Swamedium.com — Pemerintah sudah sering diberi peringatan oleh Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah agar transparan dalam pembelian saham perusahaan asing.

Pasalnya, jika transparansi tidak dikedepankan maka pembelian saham PT Freeport Indonesia dikhawatirkan bisa menjadi skandal besar di kemudian hari.

“Saya kan sudah sering mengingatkan kalau pemerintah tidak transparan dari awal tentang bagaimana uang pinjaman didapatkan yang menyebabkan tiba-tiba sebuah BUMN kecil sekelas Inalum menggelembung menjadi perusahaan raksasa yang mampu membelikan 51 persen saham Freeport,” jelas Fahri Hamzah kepada wartawan, Kamis (21/2) .

Dia menjelaskan, sebenarnya mantan Menteri ESDM Sudirman Said pada Rabu kemarin (20/2) membeberkan kronologi pembelian saham Freeport sebesar 51 persen oleh Inalum.Menurut Fahri, paket perjanjian pembelian saham tidak sepenuhnya menguntungkan Indonesia.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu mengatakan, pembelian saham Freeport oleh PT Inalum merupakan satu peristiwa yang ajaib. Apalagi, semua pihak mengetahui ternyata Inalum punya pinjaman sangat besar.

“Pinjam meminjam di negara kita ini ketika utang kemudian ditumpuk melalui BUMN. Padahal, tidak pernah BUMN kita ini menumpuk utang sebesar yang kita punya sekarang,” ungkap Fahri.

Dengan membeberkan kronologis pembelian saham Freeport, maka Sudirman Said bakal menjadi narasumber jika di masa mendatang terdapat investigasi untuk menguak skandal itu secara terbuka. Kalau itu terjadi bakal berdampak langsung kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Dan tentunya Pak Jokowi bisa menjadi pihak yang akan menjadi bulan-bulanan. Sekali lagi, inilah pentingnya keterbukaan,” tegas Fahri.

Sumber: RMOL

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)