Tuesday, 19 March 2019

Lembaga Dakwah Kampus Harus Ambil Peranan dalam Perang Pemikiran

Lembaga Dakwah Kampus Harus Ambil Peranan dalam Perang Pemikiran

Bandung, Swamedium.com — Tema perang pemikiran (Ghazwul Fikri) menjadi materi di pertemuan kedua Sekolah Pemikiran Islam (SPI) Bandung Angkatan ke-5 pada hari Kamis (21/2), bertempat di Gedung PPPPTK. Dalam pengantarnya, Akmal Sjafril menekankan bahwa bekal dalam perang pemikiran adalah ilmu.

“Pahami dulu ilmu Islam dengan benar, baru kita bisa turun ke medan perang pemikiran ini,” ujarnya.

Banyaknya peserta kuliah yang berstatus sebagai aktivis Lembaga Dakwah Kampus (LDK) dianggap sebagai kesempatan yang baik oleh Akmal untuk menyampaikan kritiknya terhadap pergerakan dakwah mahasiswa.

“LDK kampus jangan seperti event organizer yang hanya mengulang-ulang kegiatan serupa setiap tahunnya, tapi harus menjadi poros pengembangan pemikiran Islam, karena di kampus jugalah awal pengkaderan kelompok menyimpang seperti Islam liberal,” ungkapnya lagi.

Hal tersebut diamini oleh Wulan Nuriandari, salah seorang aktivis dakwah di kampus Politeknik Bandung. Menurutnya, LDK memang belum begitu masif dalam menumpas polemik Ghazwul Fikri ini.

“Seiring berjalannya waktu, peran LDK mulai terkikis dengan terjadinya pengalihan fokus pada sub-event yang LDK buat, sehingga terkesan seperti event organizer, bukan lembaga dakwah kampus yang bisa mengamalkan nahi munkar dalam Ghazwul Fikri ini,” tutur Wulan saat diwawancarai.

Selain fokus LDK yang belum mengarah pada persiapan Ghazwul Fikri, sasaran dakwah masih ditargetkan kepada mereka yang sudah mapan secara keilmuan Islam, belum menyentuh orang-orang yang jauh dari pemikiran Islam yang benar.

“LDK mestinya bertebaran ke segala elemen kampus, meluruskan yang bengkok, bukan meluruskan yang sudah lurus. Ibaratnya nyuruh ke masjid orang-orang yang memang mau ke masjid,” kata Wulan lagi.

Melihat minimnya keterlibatan LDK dalam diskursus perang pemikiran, Akmal menghimbau para aktivis untuk minimal menggunakan gawainya sebagai alat perang dalam melawan penyesatan pemikiran yang begitu masif di media sosial.

Pages: 1 2

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)