Tuesday, 19 March 2019

Chevron ‘Selamatkan’ Petani Sawit Pelambaian dari Ketakutan Replanting

Chevron ‘Selamatkan’ Petani Sawit Pelambaian dari Ketakutan Replanting

Suparjo tersenyum ceria memperlihatkan kakao hasil panennya. Dengan 400 batang miliknya yang ditanam dibelakang rumah, penghasilan per bulannya sekitar Rp 1,5 juta. (foto denni risman/swamedium)

Pekanbaru, Swamedium.com — Yang paling ditakuti para petani sawit adalah saat pohon kelapa sawitnya harus diremajakan, atau replanting. Pasalnya, selama replanting, mulai menebang, tanam baru hingga berbuah, butuh waktu sekitar empat tahun. Selama empat tahun itu para petani sawit rakyat ini tidak mempunyai penghasilan.

Lalu, mereka mau makan apa selama proses itu? Kondisi itulah yang ditakuti oleh petani sawit di Desa Pelambaian, Kecamatan, Tapung, Kabupaten Kampar, Riau. Sawit mereka sudah harus di replating tahun 2021. Jauh-jauh hari para petani sudah memikirkan ekonomi alternatifnya.

“Beruntung saat kami kesulitan untuk pengembangan ekonomi alternatif, kakao, datang Chevron membantu,” kata Kepala Desa Pelambaian, Supriyono, saat rombongan PWI Riau didampingi Humas CPI berkunjung ke desa itu, Sabtu (2/3/19)

‘Prahara’ di Tahun 2021

Berawal pada tahun 2015 saat Kepala Desa Supriyono berkumpul dengan warga yang pada umumnya bergantung pada hasil kelapa sawit. Dalam pertemuan itu Suparjo mengingatkan warganya pada tahun 2021 seluruh tanaman sawit milik mereka sudah harus di replanting, diremajakan.

Jika dihitung dari usia kelapa sawit milik warga yang berasal dari program transmigrasi, pada tahun 2021 itu sudah berusia 33 tahun. Sudah jauh dari usia ideal replanting tanaman kelapa sawit, 25 tahun.

“Tanaman kelapa sawit milik warga itu ditanam sekitar tahun 1988 oleh PTPN (V),” kata Suparjo, salah seorang petani sawit.

“Saat rombongan kami datang pertama kali dalam program transmigrasi di sini, tahun 1992, kelapa sawit di sini sudah mulai berbuah pasir,” ujar Suparjo yang datang menghuni desa trans itu pertama kali bersama 62 kepala keluarga di desa itu.

Luas tanaman kelapa sawit yang akan di replanting berkisar 520 hektar. Satu hektar sawit saat ini bisa menghasilkan uang sekitar Rp 1,8 juta per bulan. Sementara rata-rata petani sawit di Desa Pelambaian memiliki dua hektar. Jika sawit ini diremajakan, maka warga akan kehilangan pendapatan sekitar Rp 3,6 juta per bulan. Atau desa akan kehilangan pendapatan sekitar Rp 936.000.000 per bulan.

Pages: 1 2 3 4 5 6

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)