Tuesday, 19 March 2019

Penolakan dan Penghadangan: Aneh, Panik, atau Paranoid?

Penolakan dan Penghadangan: Aneh, Panik, atau Paranoid?

Oleh: M. Nigara*

Jakarta, Swamedium.com — TIGA hari terakhir pekan pertama bulan Rajab atau pekan kedua Maret 2019, ada yang tiba-tiba aneh di negeri ini. Ada riak-riak yang tak lumrah. Ada pembatasan-pembatasan gerak bagi warga negara, sementara hampir setiap saat TKA atau turis dari Cina daratan datang dengan sambutan bak pahlawan.

Coba simak, tiba-tiba NTB menggelegak, bukan karena gempa yang hingga hari ini korbannya masih menunggu janji pemerintah yang tidak tuntas. Seperti di Pekanbaru, Riau, Agustus 2018, Neno Warisman, anggota BPN Prabowo-Sandi, dilarang menginjakkan kakinya di NTB. Alasannya macam-macam dan terasa seperti dicocok-cocokan. Satu yang paling ditonjolkan, Neno, dituduh menggunakan tempat ibadah untuk berpolitik.

Benarkah? Dalam banyak kisah, bahkan sebelum perang Khandaq, Rasulallah menggunakan mesjid Fatah untuk kegiatan politik selain ibadah. Di mesjid itulah Rasulallah memimpin doa selama tiga hari. Kalau saya tuliskan doanya, pasti mereka akan bereaksi. Doa yang ampuh dan mendirikan bulu roma serta menakutkan bagi kaum munafik.
Allah kabulkan doa Rasul dan umat islam yang hanya 4000 orang bisa menghancurkan kaum Quraisy yang jumlahnya lebih dari 10 ribu. Doa itu juga cocok untuk kita perbanyak saat ini agar kedzaliman, kesewenang-wenangan, dan kebohongan dihentikan. Juga untuk mengalahkan kekuatan lawan. Artinya, mesjid sah untuk berpolitik dan hanya orang-orang komunislah yang melarangnya.

Jadi, apa yang keliru dari gerakan Neno? Sementara kasat mata kita bisa melihat petahana juga menggunakan tempat ibadah untuk berpolitik. Untungnya rakyat tahu mana politik kebangsaan dan politik pencitraan. Jadi, pantas kalau ada yang keanehan, kepanikan, atau keparnoan terasa sekali.

Lalu, dari Jember, tiba-tiba viral seorang caleg partai yang menurut survei-survei berbayar, kelak tidak akan lolos threshold itu mengamuk. Ia yang secara hukum sama dengan rakyat Indonesia lainnya, mengubah dirinya menjadi penguasa. Bahkan mengancam perang yang berdarah-darah. Siapa dia? Saya sengaja tidak ingin menuliskan namanya karena memang dia bukan siapa-siapa.

Pages: 1 2 3 4

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)