Tuesday, 19 March 2019

Tewaskan 27 Orang, Penembakan Masjid Christchurch Disiarkan Live di Facebook

Tewaskan 27 Orang, Penembakan Masjid Christchurch Disiarkan Live di Facebook

Terduga pelaku penembakan terhadap Masjid di Christchurch, Selandia Baru

Christchurch, Swamedium.com – Seorang pria bersenjata yang diyakini merupakan warga Australia berusia 28 tahun telah menembaki kerumunan orang di sebuah masjid di Selandia Baru. Dalam kejadian itu, anak-anak menjadi korban dan sedikitnya 27 orang dilaporkan tewas.

Dikutip dari dailymail.co.uk, Jumat (15/3/2019), saksi mata menyebutkan mendengar 50 tembakan dari senjata pelaku termasuk senapan semi-otomatis di Masjid Al Noor di Christchurch di Pulau Selatan negara itu.

Pria bersenjata itu yang mengidentifikasi dirinya di Twitter sebagai Brenton Tarrant, menyiarkan langsung penembakan massal di dalam Masjid Al Noor, yang terjadi sekitar pukul 1.30 siang waktu setempat, ketika salat Jumat sedang berlangsung.

Sebuah video yang ditemukan oleh Daily Mail Australia menunjukkan pria itu menembakkan banyak tembakan ke puluhan orang ketika mereka mencoba melarikan diri. Seorang tersangka ditahan tetapi tidak jelas apakah itu penembaknya.

Orang yang dicurigai sebagai penembak memposting ‘manifesto 87 halaman’ ke Twitter sebelum pembunuhan, yang menggambarkan aksi mereka sebagai ‘serangan teroris’.

Orang-orang juga dilaporkan ditembak di Masjid Linwood yang berada kawasan di dekatnya.

Ada juga laporan penembakan lain di luar Rumah Sakit Christchurch dan bahwa sebuah bom ditemukan di sebuah mobil tiga kilometer dari masjid.

Polisi mendesak orang-orang di dekat daerah itu untuk tetap di dalam rumah dan melaporkan perilaku mencurigakan.

Imbauan Untuk Tidak ke Masjid

Komisaris Polisi di Selandia Baru Mike Bush mengatakan ada banyak korban sebagai akibat dari penembakan di dua masjid dan di Rumah Sakit Christchurch.

Dia mendesak umat Islam di Selandia Baru untuk tidak pergi ke masjid hari ini.

Bush mengatakan satu orang ditahan.

Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern mengatakan serangan itu adalah ‘salah satu hari paling gelap di Selandia Baru’.

Pages: 1 2 3 4

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)