Saturday, 20 April 2019

Wapres Dipilih untuk Bekerja

Wapres Dipilih untuk Bekerja

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah

Oleh: Fahri Hamzah

Jakarta, Swamedium.com — Pada Debat Cawapres 2019 yaitu debat ke-3 ada bisik-bisik tentang jarak antara kedua kandidat. Ada gambar bagus dibuat oleh Detikcom yang bagus saya tayangkan kembali. Tapi, ada baiknya kita tetap rasional. Soal posisi wakil presiden dalam struktur negara kita.

Orang-orang menilai jarak kedua Cawapres 2019: umur, pendidikan, lifestyle, latar budaya, dll. Sandi adalah anak muda, Maruf orang tua. Sandi kaya tenaga, Maruf kaya pengalaman. Sandi perkotaan, Maruf berbasis tradisional. Tapi, keduanya memerlukan tenaga.

Dalam sistem ketatanegaraan kita, wapres sebetulnya jabatan “ban serep”. Wapres hanya berfungsi apabila mendapat tugas dari presiden. Sebetulnya, sama dengan posisi wakil di jajaran gubernur, bupati dan walikota. Wapres adalah pembantu presiden.

Dari cara memilih Cawapres 2019 memang nampak, Prabowo memilih Sandiuno lebih untuk bekerja. Sementara Jokowi memilih KH Ma’ruf Amin lebih untuk alasan elektabilitas dan bukan untuk bekerja. Jangankan Maruf, Pak JK saja tidak “dipakai” setidaknya seperti pak SBY dulu.

Sekali lagi, analisis saya yang saya usahakan objektif bahwa alasan pemilihan KMA adalah karena kesalahan kebijakan petahana pada kelompok Islam yang melahirkan gelombang aksi 411/212 yang sampai sekarang tidak bisa dihentikan. Dan yang dianggap bisa hadapi adalah yang bikin fatwa.

Pemilihan KMA oleh petahana dianggap untuk bayar hutang atas kesalahan menanggapi pidato mantan gubernur DKI Ahok (BTP). Karena beliau yang memfatwakan “penistaan agama” maka yang membuat fatwa lah yang harus ditarik untuk menjadi jaminan.

Apapun latarnya, malam ini tidak boleh kita lihat secara tidak rasional. Malam ini adalah tentang keselamatan rakyat. Kita sedang menilai kecakapan orang nomor 2 di Republik ini. Apapun, jika presiden berhalangan, dialah yang paling penting jadinya.

Pages: 1 2

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)