Saturday, 20 April 2019

Ketika Wiranto Menafsir Hoax sebagai Aksi Terorisme

Ketika Wiranto Menafsir Hoax sebagai Aksi Terorisme

Oleh: Khairul Fahmi*

Jakarta, Swamedium.com — Pertama-tama sebenarnya saya ingin tertawa mendengar komentar menkopolhukam Wiranto bahwa penyebaran informasi tidak benar (hoaks) dapat dikategorikan sebagai tindakan terorisme sehingga pelakunya dapat ditangkap dan dijerat dengan UU Terorisme.

Itu sudah terlalu jauh. Mendengar pernyataan itu, fikiran saya melayang ke masa lalu, masa orde baru yang kelam bagi perjalanan demokrasi kita, sebuah masa dimana negara dikelola secara otoriter dan militeristik.

Sulit membayangkan bahwa kerja-kerja oknum tertentu yang disinyalir memberikan info hoaks sehingga masyarakat menjadi takut untuk datang ke TPS untuk mencoblos atau membuat masyarakat takut untuk berpartisipasi dalam kampanye sebagaimana dicobtohkan oleh Pak Wiranto itu merupakan konten terorisme.

UU No. 5/2018 tentang pemberantasan Tindak Pidana Terorisme sendiri jelas mendefinisikan bahwa Terorisme kalau kita berbicara kebijakan hukumnya kemudian uu tetorisme sendiri jelas mendefinisikan terorisme itu sebagai perbuatan yang menggunakan kekerasan atau ancaman kekerasan yang menimbulkan suasana teror atau rasa takut secara meluas, menimbulkan korban yang bersifat massal, dan/atau menimbulkan kerusakan atau kehancuran terhadap objek vital yang strategis, lingkungan hidup, fasilitas publik, atau fasilitas internasional dengan motif ideologi, politik, atau gangguan keamanan.

Memang ada ‘grey area’ dalam motif itu yang memungkinkan untuk multitafsir. Pertama motif politik kemudian yang kedua, motif gangguan keamanan. Namun definisi di atas jelas membatasi bentuk ancaman, perbuatan dan dampak seperti apa yang dapat dikategorikan sebagai teror.

Lalu ada masalah lain. Kita memang belum punya payung hukum yang rigid dan memadai untuk mengurus soal hoaks ini. Memang ada UU ITE, tapi itupun tak memadai, bahkan cenderung mudah disalahgunakan dan berpotensi ‘abuse of power’ karena banyaknya pasal karet dalam UU itu.

Pages: 1 2 3

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)