Saturday, 20 April 2019

Pilpres dalam Perspektif Kenabian

Pilpres dalam Perspektif Kenabian

Foto: Tony Rosyid. (dok. pribadi)

Oleh: Tony Rosyid*

Jakarta, Swamedium.com — Semua agama “samawi” percaya konsep kenabian. Setiap nabi lahir sebagai “extra ordinary people”. Manusia di atas manusia pada umumnya. Para nabi sengaja dihadirkan untuk menjadi pemimpin umat. Tujuannya, agar lebih efektif pengaruh perjuangannya. Sebab, kekuasaan menjadi faktor penting untuk mempengaruhi dan melakukan transformasi sosial.

Menjadi pemimpin, para nabi memiliki modal integritas dan kapasitas. Modal ini hasil dari latihan panjang. Mulai dari anak-anak sampai dewasa, hingga wahyu turun menegaskan kematangannya sebagai seorang tokoh yang siap membuat langkah perubahan. Gak “ujug-ujug”, spontan, apalagi hasil pencitraan.

Modal kenabian itu populer dengan istilah sidiq, amanah, tabligh dan fatonah. Kok bahasa Arab semua? Alergi sama bahasa Arab? Jangan lihat bahasanya dari mana, tapi substansinya. Bahasa hanya instrumen. Kendati instrumen, ia tetap penting sebagai penyampai makna, nilai dan pesan.

Semua nabi, tanpa terkecuali, memiliki empat karakter ini. Modal inilah yang memantaskan mereka memimpin umat dan bangsa. Bahkan memimpin negara seperti Daud, Sulaiman dan Muhammad.

Sidiq artinya jujur. Anda sanggup punya temen yang tak jujur? Kalau gak sanggup, bagaimana anda sanggup punya pemimpin yang gak jujur? Di tangan pemimpin, nasib anda, anak cucu dan bangsa ini akan ditakdirkan.

Jujur artinya satunya perkataan dengan fakta dan perbuatan. Jika anda mau ukur kejujuran seseorang, gampang! Cocokkah ucapannya dengan fakta dan perbuatannya. Simpel! Gak perlu harus pinter-pinter amat.

Orang tak jujur, jangan diharap dia bisa amanah. Mustahil! Tidak akan mungkin. Secara teoritis, orang yang tak jujur, pasti penghianat. Silahkan disurvei. Kejujuran itu evaluasi pertama dan utama untuk menilai layak tidaknya seseorang itu jadi teman kita, pasangan hidup kita, atau pemimpin kita. Khususnya untuk memilih pemimpin, mau pakai dalil dan argumentasi apapun, kalau gak jujur, dia tak layak dipilih. Itu saja, titik! Anda mengabaikan ini, petaka buat bangsa dan negaramu.

Pages: 1 2 3

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)