Saturday, 20 April 2019

Elektabilitas Prabowo-Sandi Kembali Unggul di Media Sosial

Elektabilitas Prabowo-Sandi Kembali Unggul di Media Sosial

Foto: Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Salahudin Uno mengajak masyarakat ke TPS, 'Tusuk Prabowo Sandi'dalam debat kelima Pilpres 2019.

Jakarta, Swamedium.com — Elektabilitas Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di media sosial (medsos) lebih tinggi ketimbang pasangan Joko Widodo-Maruf Amin.

Hal tersebut terungkap dari hasil grab data terkait Pilpres 2019 yang dipublikasikan Accurate Survey Research (ASR). Riset dilakukan pada 1 Oktober 2018 hingga 10 April 2019 dari 3.031.216 pengguna medsos dengan 193.406 Opini di 34 provinsi.

Hasilnya, tingkat elektabilitas Jokowi-Maruf di dunia maya hanya 43,1 persen dengan total perbincangan di seluruh Indonesia 45,7 persen. Sementara Prabowo-Sandi meraih elektabilitas 56,9 persen dengan total perbincangan di seluruh Indonesia 54,6 persen.

ASR juga memetakan kekuatan dan kelemahan kedua pasangan dari berbagai aspek. Opini dari warganet menggambarkan kekuatan Jokowi dari aspek pelayanan publik, kesehatan masyarakat, kebijakan luar negeri dan pertahanan, kesantunan serta realisasi pembangunan. Namun, Jokowi lemah dari aspek keadilan hukum dan pemberantasan korupsi dengan total opini 128.783.

Sedangkan pendampingnya Kiai Maruf, dari total opini 9.821, warganet melihat memiliki kekuatan di aspek lapangan pekerjaan, inovasi, tingkat kepuasan publik, kebijakan luar negeri dan pertahanan serta intelektualitas. Kelemahan Kiai Maruf dari sisi pengentasan kemiskinan, keadilan hukum, pemberantasan korupsi dan keamanan masyarakat.

Opini yang sama juga diutarakan warganet untuk Prabowo-Sandi. Dari total opini 44.572, Prabowo dinilai memiliki kekuatan di aspek kesehatan masyarakat, inovasi, kebijakan energi dan sumber daya manusia, kebijakan luar negeri dan pertahanan serta intelektualitas. Kelemahan ketum Partai Gerindra tersebut di aspek pemberantasan korupsi, keadilan hukum serta kemajuan pendidikan.

Begitu juga Sandi, dari total 10.230 opini warganet menilai memiliki kekuatan segi aspek intelektualitas, realisasi pembangunan, kesantunan, lapangan pekerjaan dan inovasi. Kelemahan mantan wakil gubernur DKI Jakarta itu hanya di soal pengentasan kemiskinan.

Pages: 1 2

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)