Wednesday, 24 April 2019

Ini Perbedaan Perencanaan Keuangan Syariah dan Konvensional

Ini Perbedaan Perencanaan Keuangan Syariah dan Konvensional

Jakarta, swamedium.com – Apa yang dimaksud dengan Perencana Keuangan Syariah? Apa pula bedanya dengan Perencana keuangan yang konvensional?

Pertanyaan diatas kerapkali muncul jika sudah memulai pembicaraan perencanaan keuangan syariah. Apa Perencana Keuangan syariah cuma ikut-ikutan ditempeli kata syariah dibelakangnya hingga mencerminkan sesuatu yang kelihatannya berbeda dengan perencana keuangan biasa?

Seperti dikutip shariafinancialplanning.wordpress.com disebutkan, bahwa perencanaan keuangan syariah adalah bentuk merencanakan keuangan keluarga yang dilandasi nilai-nilai Islami, sehingga hukum yang dipakai adalah hukum-hukum Islam sesuai dengan kandungan Al Qur’an maupun Hadist.

Sementara, perencanaan keuangan konvensional berusaha memenuhi kebutuhan hidup hingga usia pensiun berakhir, atau kehidupan didunia berakhir. Sedangkan perencanaan keuangan syariah berusaha memenuhi kebutuhan hidup didunia dan kehidupan akhirat, sesuai ajran Al Qur’an.

Tak bisa dipungkiri, kalau dalam ajaran Islam disebutkan bahwa kehidupan didunia adalah sementara sedangkan kehidupan yang kekal adalah diakhirat kelak. Maka Perencanaan keuangan syariah tentunya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan keduanya, jadi perencanaannya lebih komprehensif.

Pada dasarnya, proses perencanaannya sama dengan perencanaan keuangan konvensional. Diperlukan juga 3 (tiga) hal untuk dapat melakukan perencanaan ini yaitu yang pertama disiplin, yang kedua disiplin sedangkan yang ketiga adalah disiplin.

Tanpa disiplin, maka proses perencanaan hanya sebatas perencanaan tanpa implementasi, sehingga akhirnya tak berguna.

Struktur perencanaan keuangan syariah dimulai dari tahap screening penghasilan. Screening yang dimaksud adalah bahwa penghasilan harus halal. Artinya penghasilan ini hanya bersumber dari sumber yang halal, sedangkan yang tidak halal, tidak boleh dimasukkan sebagai sumber penghasilan keluarga.

Adapun sruktur perencanaannya adalah :
1. Cek dan lunasi hutang konsumtif
2. Cashflow harus positif
3. Bentuk dana darurat
4. Beli Asuransi syariah
5. Susun tujuan keuangan sesuai perintah Al Qur’an, misalnya perhi Haji, pendidikan anak, dll
6. Susun investasi secara syariah sesuai tujuan keuangan
7. Bayarkan zakat, infaq dan shodaqoh

Pages: 1 2

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)