Saturday, 20 July 2019

Inilah Faktor yang Bikin Pengusaha Properti Harap-harap Cemas

Inilah Faktor yang Bikin Pengusaha Properti Harap-harap Cemas

Jakarta, swamedium.com – Tahun 2017 merupakan tahun penuh pengharapan bagi para pelaku sektor properti. Harapan ini muncul seiring tren rebound yang terjadi jelang akhir tahun 2016.

Country General Manager Rumah123.com, Ignatius Untung, dalam konferensi pers ” Consumer Choice Awards 2017″ di Jakarta, Kamis kemarin (26/1) mengatakan setidaknya ada dua faktor yang menentukan keberlangsungan bisnis properti di tahun ini.

Faktor pertama adalah situasi politik. Bagi pelaku usaha, politik sangat mempengaruhi iklim bisnis dan menentukan langkah bisnis mereka. Sekadar informasi, tahun ini merupakan tahun penyelenggaraan Pilkada secara serentak, khususnya di Jakarta.

“Mudah-mudahan tidak bertambah panas. Kalau suasana politik tambah panas, (pelaku bisnis) dan pengembang juga akan berpikir,” kata Ignatius.

Sementara tandangan kedua adalah pemerintah harus memiliki terobosan untuk mencegah harga properti tidak melambung terlalu cepat. Saat ini memang diakui telah ada satu kebijakan yang bisa mendorong kenaikan harga properti ketika harganya naiknya terlalu pelan.

“Program BPJS Ketenagakerjaan bisa dipakai DP rumah itu akan membuat naik cepat. Ya, harus dipikirkan bagaimana harga rumah tidak naik terlalu cepat,” tambahnya.

Sekadar informasi, sebelumnya ada program fasilitas pembayaran uang muka dari BPJS Ketenagakerjaan, namun sudah ditutup sejak tahun 2015 karena kurang sosialisasi. Kini, instansi ini menggandeng PT Bank Tabungan Negara Tbk (Persero) untuk memberikan pinjaman lunak bagi peserta BPJS Ketenagakerjaan untuk uang muka pembelian rumah.

Disebutkan, ketika harga properti melambung, itu bukan berarti marjin yang diterima pengembang juga ikut terkerek. Yang ada, marjin mereka sedikit, bahkan bisa turun.

Hal ini disebabkan oleh semakin mahalnya harga tanah dan banyaknya biaya-biaya yang dikeluarkan developer. Di sinilah, pemerintah seharusnya masuk supaya biaya yang dikeluarkan tidak terlalu banyak dan harga properti tidak terlalu tinggi. (*)

Pages: 1 2

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)