Wednesday, 23 October 2019

KH Maruf Amin: MUI Hanya Bahas Kata per Kata yang Disampaikan Terdakwa Ahok

KH Maruf Amin: MUI Hanya Bahas Kata per Kata yang Disampaikan Terdakwa Ahok

Foto: KH. Ma'ruf Amin. (ist)

Jakarta, swamedium.com – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH. Ma’ruf Amin menyebutkan, pihaknya hanya membahas kata per kata dari yang disampaikan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Hal itu diungkapkan saat ditanya majelis hakim tentang tafsir Surat Al Maidah ayat 51.

“Kami tidak membahas tafsir atau isinya. Kami membahas kata-katanya,” ujar KH Ma’ruf Amin kepada Majelis hakim dalam sidang lanjutan kasus penodaan agama.

Majelis hakim melontarkan pertanyaan lagi soal ucapan Ahok tentang ‘dibohongi pakai Al-Maidah ayat 51’, yang kemudian disangka menghina Al Qur’an dan ulama.

Menurut KH. Ma’rif  Amin pernyataan yang di ucapkan Ahok dapat disimpulkan bahwaterdakwa memposisikan Al Quran sebagai alat kebohongan.

“Pendapat yang kita bahas, kesimpulannya terdakwa memposisikan Al Qur’an sebagai alat kebohongan, memposisikan Al Qur’an sangat rendah dan itu penghinaan. Sementara yang menyampaikan ayat-ayat itu para ulama, maka kesimpulannya melakukan penghinaan terhadap Alquran dan ulama,” tambahnya.

Lalu, KH Ma’ruf Amin menjelaskan tentang siapa saja yang boleh meminta pendapat atau fatwa ke MUI. Menurut KH Ma’ruf, semua orang boleh memintakan hal itu kepada MUI, bahkan orang yang bukan beragama Islam.

“Ada permintaan Polri?” Tanya majelis hakim.

“Menurut informasi, tapi tidak tertulis. Ketika masyarakat mengadukan tertulis itu seharusnya duduk bersama di MUI,” ujarnya. Hal itu menegaskan bahwa independensi MUI tetap terjaga.

KH Ma’ruf Amin kemudian menuturkan kewenangan Komisi Hukum MUI biasanya menentukan produk yang dikeluarkan MUI berupa pendapat, sikap, atau fatwa. Dia juga mengatakan, apa pun yang diminta masyarakat, MUI akan menyaringnya apakah menjadi fatwa atau yang lainnya, dan hal itu melalui pengkajian. (jamal)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.