Wednesday, 23 October 2019

DPR Desak Pemerintah Perketat Pengawasan Obat dan Vaksin

DPR Desak Pemerintah Perketat Pengawasan Obat dan Vaksin

Jakarta, swamedium.com – Panitia Kerja Pengawasan Obat dan Vaksin meminta pemerintah untuk memperketat pengawasan obat dan vaksin mulai dari level produksi hingga sampai ke tangan dokter maupun pasien.

 

Hal tersebut untuk mengantisipasi maraknya peredaran obat dan vaksin palsu. Menurut ketua Komisi IX DPR RI, Dede Yusuf, adalah tugas pemerintah dalam meningkatkan fungsi pengawasan terhadap obat dan vaksin, mulai dari level produksi sampai beredar di pasaran. Langkah ini dilakukan untuk meminimalisir beredarnya obat dan vaksin palsu.

 

Dede menyayangkan penjelasan dari kelompok dokter farmakologi yang menyebut bahwa dokter tidak bertanggung jawab atas keaslian obat maupun vaksin yang diberikan kepada konsumen. Menurut Dede, crosscheck harus tetap dilaksanakan terlepas apapun profesi yang dijalankan.

 

“ Apoteker harus bertanggung jawab dalam setiap pembelian penjualan obat-obatan. Di satu sisi, dari kelompok dokter farmakologi, sepertinya mengatakan bahwa ini bukan peran mereka tetapi lebih kepada fungsi regulator, seperti kepada kementerian maupun badan POM,” kata Dede usai rapat Panitia Kerja Pengawasan Obat dan Vaksin, Kamis 27 Januari 2017.

 

Dede menambahkan pihaknya akan meningkatkan fungsi peran regulator dan operator.  Selain itu, ia juga meminta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melakukan monitering tracking system. (*)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.