Monday, 21 October 2019

KPK Tidak Bisa Teruskan Laporan Kamerad

KPK Tidak Bisa Teruskan Laporan Kamerad
Jakarta, Swamedium.com – Kepala Bagian Informasi dan Komunikasi Pemberantasan Korupsi (KPK) Priharsa Nugraha memberikan sinyal bahwa KPK tidak akan melanjutkan laporan Komite Aksi Mahasiswa untuk Reformasi dan Demokrasi (Kamerad).

Sebelumnya, pada Senin (30/01) Kamerad melaporkan calon Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan karena ada dugaan Anies menjadi makelar proyek di Kementerian Komunikasi dan Informatika. Saat itu, Anies yang juga mantan Menteri Pendidikan masih menjadi rektor di Universitas Paramadina.
“Berdasarkan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggara Negara, Anies saat itu bukanlah penyelenggara negara. “Enggak bisa kalau gitu,” kata Priharsa saat ditemui wartawan, Jakarta, Senin (30/01).
Hal senada juga diungkapkan Juru Bicara KPK Febri Diansyah.”KPK hanya bisa menangani seseorang yang menjadi penyelenggara negara,” jelasnya.
Sebelumnya, Presidium Kamerad Haris Pertama mengungkapkan salah satu bukti yang menunjukkan indikasi itu, antara lain adanya temuan bukti transfer yang dilakukan Yudi Setiawan kepada adik Anies, Abdillah Rasyid Baswedan, sebesar Rp 5 miliar. Dalam bukti transfer itu juga ada keterangan bahwa itu adalah fee untuk proyek VSAT.
Menurut Haris, Yudi merupakan pemenang tender proyek tersebut. Ia menduga uang Rp 5 miliar itu sebenarnya ditujukan kepada Anies. “Abdillah ini hanya perantara,” kata Haris.
Haris menduga Anies adalah makelar proyek Desa Berdering yang digarap pada 2012 itu. Alasannya karena Anies merupakan kader Partai PKS dan dekat dengan Menteri Komunikasi dan Informatika kala itu, Tifatul Sembiring.
Haris enggan menyebutkan dari mana asal laporan tersebut. Namun ia mengatakan laporan itu baru diterima organisasinya pada Desember tahun lalu. (BM/JM)
Foto: ist

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.