Selasa, 27 Juli 2021

Hikmah Dibalik Kesulitan Hidup, Belajarlah dari Kupu-Kupu

Hikmah Dibalik Kesulitan Hidup, Belajarlah dari Kupu-Kupu

Jakarta, Swamedium.com– Dalam buku “Healing Body and Soul” yang ditulis Amira Ayad ada cerita yang cukup inspiratif tentang seekor kupu-kupu. Ceritanya kira-kira begini: Suatu ketika seorang pria yang sedang duduk berlindung di bawah sebuah pohon melihat sebuah kepompong yang menggantung di salah satu ranting pohon itu. Tampak olehnya dari kepompong itu ada sebuah lobang kecil dan kupu-kupu yang berusaha keluar dari dalamnya.Sudah cukup lama kupu-kupu itu berjuang untuk bisa keluar melalui lobang kecil dengan badan kupu-kupu yang lebih besar dari lobang kepompongnya. Karena merasa kasihan sang pemuda kemudian mengambil pisau yang dibawanya dan membuat lobang yang lebih besar. Kupu-kupu lalu dengan mudah cepat keluar.

Banner Iklan Swamedium

Tetapi, “apa yang dilihat pemuda itu?”. Badan kupu -kupu itu kelihatan lemah, dan sayapnya lisut atau tidak mengembang. Cukup lama juga diperhatikannya kupu-kupu yang dibantunya keluar dari kepompong itu. Dia berharap kupu-kupu akan merentangkan sayapnya yang cantik dan terbang dari satu bunga ke bunga lain. Namun, "apa yang terjadi?" Ternyata tidak, kupu-kupu hanya bisa merayap di tanah, tidak pernah dapat terbang.

Nah, di balik niat baik, dan kemurahan hati pemuda ini, yang tidak diketahuinya adalah bahwa lubang kepompong yang sempit, yang membuat kupu-kupu perlu perjuangan keras, dan waktu yang cukup lama agar bisa keluar dari lobang itu, adalah cara yang sudah dirancang oleh Allah agar cairan dalam tubuh kupu-kupu itu mengalir ke dalam sayapnya, waktu kupu-kupu itu berusaha keluar, sehingga sayapnya dapat mengembang dan segera terbang setelah keluar dari kepompongnya.

Lalu, belajar dari kupu-kupu itu, adanya kesulitan, masalah, kendala, musibah dalam hidup sebenarnya membawa hikmah untuk kita. Semua menjadi ujian, tantangan, dan pelajaran kehidupan bagi manusia, agar manusia menjadi lebih kuat dan bijak. Usaha keras, perjuangan adalah bagian kehidupan yang kita butuhkan. Jika Allah selalu memberikan kita kehidupan yang serba mudah dan tanpa kendala, kita juga akan lemah dan lumpuh. Ingat cerita ikan salmon yang sebagian besar mati dalam kolam besar air laut setelah ditangkap nelayan, tetapi ketika beberapa ikan hiu kecil dimasukan ke dalam kolam itu, sebagian besar ikan salmon itu tetap hidup sampai ke tempat penampungan.

Tubuh kita juga sama saja dengan kupu-kupu dan cerita ikan salmon di atas. Tubuh akan tumbuh dan berkembang bila mendapatkan tantangan dan ujian yang cukup. Ketika diberi beban yang menantang dan berulang, maka tulang-tulang dan otot-otot kita akan berkembang, kuat dan kokoh.

Lihat saja mereka yang ikut latihan kebugaran, ototnya membesar, dadanya membusung. Sebaliknya perhatikan mereka yang terbaring di tempat tidur, otot-ototnya mengecil, badannya lemah. Keadaan yang sama juga terjadi pada organ tubuh lain. Otak, jantung karena sering diberi beban kerja lebih berat, karena sering dipacu, jantung lebih sehat, orang jadi pinter.

Karena melihat samudra yang luas, ombak besar yang memghempaskan, manusia kemudian terpacu membuat kapal yang besar. Karena tidak bersayaplah manusia kemudian berusaha membuat kapal terbang sehingga kita sekarang dapat melayang diangkasa, menjelajahi dunia dengan mudah.

Bahkan, penyakit yang kita deritapun ada hikmah, ada rencana Tuhan yang tidak sepenuhya kita pahami. Ketika sakit lah kita sadar berhaganya kesehatan, kita sadar perlunya gaya hidup sehat, kita termotivasi untuk berhenti merokok. Di kala sakitlah kita belajar bersyukur dengan nikmat Allah yang selama ini kita abaikan begitu saja, apakah itu jantung, mata, pendengaran, paru, ginjal atau bahkan sebuah sendi saja.

Ingin tahu berapa harganya sebuah ginjal? Coba tanyakan kepada mereka yang banyak terbaring di ruang hemodialisa. Kalau mereka orang kaya, berapapun kekayaannya, andaikan bisa dikembalikan lagi ginjal mereka yang sehat sebelumnya, kekayaannya itu akan digunakannya.

Anda pasti ingat orang terkaya di dunia Steve Job, “apa ucapannya ketika lemah terbaring di tempat tidur?” Dengan uang yang dia punyai, semua bisa dia beli, apakah pesawat pribadi, kapal pesiar, rumah, mobil, peristirahatan yang mewah dan lain sebagainya. Tapi, yang tidak bisa Saya beli adalah yang mau menggantikan saya di tempat tidur ini. Dengan ujian sakit banyak orang yang kemudian spiritualitas dan kesadaran Agamanya menjadi lebih baik.

Jadi, kesulitan, hambatan, masalah dalam kehidupan ini, sebenarnya adalah suatu bentuk ujian, rancangan Allah untuk menempa kita agar kita lebih kuat, baik, dan bijak. (dr. Irsyal Rusad)

Foto: ilustrasi

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita