Thursday, 17 October 2019

Angela Merkel Kritisi Kebebasan Pers di Turki

Angela Merkel Kritisi Kebebasan Pers di Turki

Ankara, Swamedium.com — Kamis (2/2), Kanselir Jerman, Angela Dorothea Merkel, berkunjung ke Turki pertama kali sejak pascakudeta gagal pada 15 Juli 2016. Dalam kunjungannya, Angela menyampaikan sejumlah hal, termasuk tentang kebebasan pers di Turki.

Angela menekankan pentingnya kebebasan beropini. Ia mendesak Presiden Turki, Recep Tayyip Erdoğan, agar Turki menjunjung tinggi kebebasan dan menghargai perbedaan pendapat.

Angela telah bersepakat dengan Erdoğan dalam kerja sama memerangi terorisme, termasuk terhadap Partai Pekerja Kurdistan (Partiya Karkerên Kurdistanê, PKK).

“Dengan [upaya] kudeta, kita menyaksikan bagaimana rakyat Turki telah mempertahankan demokrasi dan kaidah-kaidah demokrasi,” jelas Angela dalam konferensi pers ketika ditanya tentang usulan perubahan konstitusional yang akan memperkuat kekuasaan Erdoğan.

Angela melanjutkan, “Ketika terjadi pergolakan politik yang mendalam, segalanya harus dilakukan untuk tetap menjaga pemisahan kekuasaan serta menjaga kebebasan berpendapat dan keanekaragaman masyarakat.”

“Oposisi merupakan bagian dari demokrasi,” katanya.

Negara-negara sekutu Turki, termasuk Jerman, cemas Erdoğan sedang menggunakan upaya kudeta sebagai dalih untuk membatasi perbedaan pendapat dan para oposan Erdoğan khawatir usulan perubahan konstitusional akan menjadikan negara otoriter.

Selanjutnya, Angela menemui Perdana Menteri Turki, Binali Yıldırım. Keduanya membahas tentang PKK yang telah dianggap oleh Turki, Uni Eropa, dan Amerika Serikat sebagai sebuah organisasi teroris.

“Kami berbicara secara khusus tentang bagaimana PKK dan segalanya yang berasosiasi dengannya di Jerman sedang diamati serta bagaimana kami pun mengambil tindakan memerangi mereka karena seperti yang telah saya katakan, sebagai sebuah organisasi teroris, PKK dilarang di Jerman juga,” kata Angela.

“Dinas intelijen dan kementerian dalam negeri kami perlu bekerja sama lebih dekat,” lanjutnya.

Angela menyoroti kebebasan berpendapat di Turki yang sudah tidak sesuai dengan demokrasi. Kebebasan pers tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.