Thursday, 17 October 2019

Para Pemenang Penghargaan Perdamaian Nobel Kritisi Trump

Para Pemenang Penghargaan Perdamaian Nobel Kritisi Trump

Bogota, Swamedium.com — Dalam pertemuan Penghargaan Perdamaian Nobel di Kolombia pada Kamis (2/2), para pemenang mengkritisi aturan imigrasi Trump.

Mereka menudingnya xenofobia dan diskriminatif.

Jumat yang lalu (27/1), Trump menerbitkan sebuah aturan eksekutif yang menangguhkan program penerimaan pengungsi ke Amerika Serikat (AS) selama 120 hari sejak terbitnya aturan itu, melarang sama sekali pengungsi Suriah ke AS, dan membatasi izin tinggal di AS bagi warga dari Suriah, Irak, Iran, Yaman, Somalia, Sudan, dan Libya hingga hanya 90 hari sejak aturan itu ditandatangani.

Tindakan yang diklaim oleh Trump untuk melindungi AS dari serangan teroris itu telah mengundang protes-protes dan gugatan hukum dari berbagai pihak, baik di AS maupun di seluruh dunia.

“Kita perlu berjuang untuk mendapatkan perdamaian dan keadilan sipil. Kita ingin mengakhiri pembahasan tentang kekerasan dan rasisme ini,” kata Tawakkul Karman, seorang jurnalis Yaman yang memenangi penghargaan pada 2011 atas jasanya dalam hak-hak perempuan.

“Kita tidak dapat memisahkan kaum Muslim karena mereka berasal dari agama yang lain, Tuan Trump,” katanya dalam pembukaan World Summit of Nobel Peace Laureates di Bogota, Kolombia.

“Dengan ketidakpercayaan yang luar biasa, kita sedang menyaksikan bagaimana para pemimpin dari [negara] demokrasi terbesar di dunia itu kurang menghargai hak-hak asasi manusia dan diplomasi internasional,” kata mantan Presiden Kosta Rika, Oscar Arias, yang memenangi penghargaan pada 1987 atas jasanya dalam mengakhiri perang sipil yang terjadi di dalam empat negara Amerika Tengah.

Oscar mengungkapkan kekhawatirannya tentang munculnya xenofobia dan kebencian di AS. (ais)

Keterangan ilustrasi: Sebuah medali Penghargaan Nobel.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.