Senin, 18 Oktober 2021

Aktivisme Politik Menjadi Kurikulum Sekolah Muslim AS

Aktivisme Politik Menjadi Kurikulum Sekolah Muslim AS

Boston, Swamedium.com — Sebuah sekolah Muslim di Amerika Serikat (AS) menerapkan kurikulum aktivisme politik, selain bahasa Inggris dan matematika.

Banner Iklan Swamedium

Siswa-siswa di sebuah kelas memborbardir seorang pengajar materi pemerintahan mereka dengan berbagai pertanyaan. Seperti yang dikutip dari Reuters, pertanyaan-pertanyaan itu, antara lain “Bagaimana Anda memulai sebuah diskusi politik?”, “Bagaimana Anda menggunakan media sosial dalam urusan politik?”, dan “Bagaimana Anda memengaruhi para pemimpin yang terpilih?”

Para siswa yang sebagian besar berumur 16 tahun itu masih terlalu muda untuk berpartisipasi dalam pemilihan presiden (pilpres), tetapi tampaknya berhasrat untuk menemukan berbagai cara agar dapat mengonter retorika Presiden AS, Donald J. Trump. Mereka merupakan siswa dari Al-Noor Academy yang terletak di luar Boston, Massachusetts, AS.

Sebuah organisasi politik Muslim yang baru terbentuk, Jetpac, sedang menjalankan kegiatan-kegiatan awal mereka, salah satunya di kelas Al-Noor Academy tersebut. Jetpac yang namanya terdiri dari Justice, Education, Technology, dan Policy Advocacy Center itu sedang menggiatkan aktivisme politik kepada 3,3 juta Muslim yang merupakan 1% populasi AS.

“Inilah waktunya ketika Muslim harus melangkah maju,” kata Nadeem Mazen, pendiri Jetpac dan seorang anggota Dewan Kota Cambridge, Massachusetts, AS, pada Kamis (2/2).

Pelajaran kepada 116 siswa SMP dan SMA itu mendidik dan menganjurkan mereka agar aktif dalam pertemuan publik, rapat umum, hingga menambah suara Muslim AS dalam pemilihan umum.

Seorang wali kelas, Joe Florencio, mengingatkan siswa-siswanya bahwa status generasi imigran telah tiada, dianggap seperti sebagai warga setempat, karena keaktifan yang efektif dalam politik.

Selain mata-mata pelajaran standar AS, seperti ilmu pengetahuan dan matematika, Al-Noor Academy yang berdiri pada 2000 mengajarkan bahasa Arab dan tentang Alquran.

Jetpac yang berharap kelak dapat memberikan pelajaran di sekolah-sekolah negeri dan swasta itu menghadapi permasalahan yang pelik. Menurut data laporan serangan antimuslim FBI, tahun lalu jumlahnya merupakan yang terbanyak sejak 2001. Sebagian besar warga AS masih berbahaya terhadap Muslim.

Yousef Abouallaban, seorang anggota komite sekolah Al-Noor yang kedua anaknya belajar di sekolah itu, berharap kelas aktivisme politik tersebut dapat membantu anak-anak imigran Muslim menanggulangi prasangka dari sebagian orang tua mereka yang tidak mau terlibat dalam politik.

“Kami telah berkembang dalam perbedaan kultur, seperti keyakinan kami bahwa mereka yang terlibat dalam pemerintahan merupakan orang-orang korup. Pada semua tingkat. Jadi, jika Anda seorang yang terhormat, Anda sebaiknya jangan pernah terlibat dalam politik,” ungkap Yousef yang berimigrasi dari Suriah pada 1989. (ais)

Keterangan foto: Nadeem Mazen, pendiri Jetpac dan seorang anggota Dewan Kota Cambridge, Massachusetts, AS, sedang memberikan pelajaran aktivisme politik dalam sebuah kelas di Al-Noor Academy di luar Kota Boston, Massachusetts, AS, pada Kamis (2/2). (Sumber foto: Reuters/Brian Snyder)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita