Wednesday, 23 October 2019

Kriminalisasi Ulama Merusak Kredibilitas Pemerintah

Kriminalisasi Ulama Merusak Kredibilitas Pemerintah

Foto: Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A. Ed, M. Phil, adalah putra ke-9 dari KH Imam Zarkasyi, pendiri Pesantren Modern Gontor Ponorogo. Pemimpin Redaksi Majalah ISLAMIA dan direktur INSISTS. (hamidfahmy.com)

Jakarta, Swamedium.com – Wakil Rektor Universitas Darussalam (Unida) Gontor, Hamid Fahmy Zarkasyi, mengingatkan risiko dari kriminalisasi terhadap ulama. Pasalnya, tindakan itu dinilai malah akan merusak kredibilitas pemerintah.

“Kriminalisasi ulama berbahaya untuk ke depan, karena wajah umara (pemerintah-red) malah akan seperti antiumat Islam,” kata pria yang kerap pula disapa Gus Hamid, Minggu (5/2/2017).

Hamid melihat, belakangan tampak ada ketegangan hubungan di antara ulama-ulama dengan Polri. Dia menilai ini suatu upaya tidak positif untuk masa depan bangsa. Upaya itu dirasa akan berpengaruh buruk atas adanya hubungan yang baik, antara ulama dan pemerintah.

Ulama, lanjut Hamid, seakan-akan selalu dicari-cari kesalahannya, dan itu merupakan salah satu yang paling tidak bisa dipungkiri dari masyarakat. Ia mengingatkan, ulama adalah bagian penting dari umat, dan itu tentu saja berlaku sebaliknya. “Melukai ulama sama saja melukai umat,” ujar Hamid.

Ia menambahkan, salah satu yang jadi pertanyaan apakah pemerintah sendiri atau tangannya seperti Polri, sadar melakukan itu semua. Menurut Hamid, perlu juga diungkap apakah mereka yang berposisi sebagai umara melakukan itu karena terpancing agenda jangka pendek. “Mendukung satu tokoh mungkin, atau mungkin mendukung kepentingan politik,” kata Hamid. (*)

Foto: ist

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.