Wednesday, 26 February 2020

Warga Serbia di Kosovo Hancurkan Tembok Pemisah

Warga Serbia di Kosovo Hancurkan Tembok Pemisah

Mitrovica, Swamedium.com — Orang-orang Serbia yang tinggal di Kosovo menghancurkan sebuah tembok yang membuat Kota Mitrovica terbagi berdasarkan etnik pada Ahad (5/2).

Warga Serbia itu menggunakan buldoser untuk meruntuhkan tembok yang mereka bangun sebagai pemisah etnik di Kota Mitrovica. Mereka melakukannya setelah terjadi ketegangan antara Kosovo dan Serbia.

Orang-orang Serbia yang masih tidak mengakui Kosovo sebagai sebuah negara berdaulat itu mulai membangun tembok tersebut pada Desember 2016. Mereka berdalih bahwa tembok itu untuk menghindari bahaya tanah longsor.

Sementara itu, Pemerintah Kosovo di Ibu Kota Pristina membantahnya. Mereka menyatakan bahwa struktur liar itu merupakan upaya lanjutan warga Serbia untuk membagi Kota Mitrovica atas etnik dan harus dihancurkan.

Ketegangan timbul dalam beberapa pekan terakhir ini. Tembok dan kereta dari Serbia yang bertuliskan slogan, “Kosovo adalah Serbia”, merupakan pemicu konflik. Polisi perbatasan Kosovo memberhentikan kereta itu.

Kosovo mendeklarasikan kemerdekaannya dari Serbia pada 2008. Kosovo merupakan negara bermayoritas Muslim seperti negara Semenanjung Balkan yang lainnya, yakni Bosnia Herzegovina dan Albania.

Pemerintah Serbia di Ibu Kota Belgrade berpendapat bahwa Kosovo merupakan bagian wilayahnya dan mendukung minoritas Serbia di Kosovo.

Presiden Serbia menuduh Pemerintah Kosovo ingin memulai perang. Sedangkan, Presiden Kosovo pun menuding Serbia berpotensi meniru Rusia terhadap Krimea untuk menganeksasi bagian utara Kosovo.

Pasukan Carabinieri, gendarmeri Italia, menjaga wilayah bersengketa itu dalam rangka misi NATO di Kosovo.

Kesepakatan untuk meruntuhkan tembok beton dengan tinggi dua meter itu merupakan hasil pembicaraan antara Pemerintah Kosovo dan perwakilan Serbia dengan mediasi Uni Eropa.

Perdana Menteri Kosovo, Isa Mustafa, menegaskan warga Serbia agar mereka meruntuhkan tembok itu atau Pemerintah Kosovo yang akan melakukannya jika mereka tidak mau menurutinya.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.