Thursday, 17 October 2019

Band Punk Yunani Kumpulkan Donasi untuk Pengungsi

Band Punk Yunani Kumpulkan Donasi untuk Pengungsi

Athena, Swamedium.com — Anfo, sebuah band punk asal Yunani, berpartisipasi dalam festival-festival antirasisme dan acara-acara pro pengungsi. Mereka menyumbangkan bayaran manggung mereka untuk para pengungsi dan migran.

Anfo terdiri dari empat personel, yakni Sotiris Theocharis (vokalis utama dan gitaris), Nikos Tsouloufis (basis dan vokalis), Fotis Burgerkill (gitaris utama dan vokalis), dan Giorgos Chloros (drumer).

“Kami terlibat dalam perjuangan antikapitalis dengan beberapa gaya,” ungkap Giorgos (45) seperti yang dikutip dari Al Jazeera.

Meskipun sering tampil tanpa dibayar, Anfo mengenakan tarif sebesar lima Euro ketika bermain di sebuah lokasi yang berasap pada suatu malam yang dingin di Ibu Kota Athena pada akhir Desember 2016.

Mereka mengumpulkan uang untuk sekelompok pengungsi dan migran yang tinggal di Exarcheia, sebuah lingkungan di Athena.

Selain bermusik, Anfo memiliki kegiatan yang lain. “Kami mengikuti banyak demonstrasi untuk mendukung pengungsi semampu kami,” jelas Giorgos.

“Musisi rock punk selalu terlibat dalam berbagai jenis festival solidaritas,” lanjutnya.

Malam itu, Anfo berhasil meraup hampir 4000 Euro. Dana itu digunakan untuk memperbaiki dan memasang alat pemanas di sebuah okupansi bernama Notara 26 di Exarcheia, Athena.

Lebih dari 80 pengungsi dan migran tinggal di sebuah tempat dengan jalanan yang penuh dengan grafiti, dekat National Technical University of Athens, sebuah kampus bersejarah karena peristiwa besar tentang pemberontakan para mahasiswa melawan junta militer Yunani pada 1973.

Selama ini, Exarcheia digambarkan sebagai daerah kumuh dan rawan. Hal itu dibantah oleh Giorgos. “Exarcheia merupakan lingkungan yang ramah. Ia selalu menjadi area para intelektual orang-orang berpikiran terbuka, anggota-anggota sayap politik kiri, anarkis, dan unionis,” ungkap Giorgos.

Giorgos menyimpulkan, “Kami berharap akan tiba masa ketika para pengungsi tidak lagi memerlukan solidaritas. Kami ingin hidup di dunia yang tidak seorang pun memerlukan solidaritas. Namun, tentu saja kami akan berpihak kepada mereka sementara ini.”

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.