Thursday, 17 October 2019

KH Hamdan Rasyid: Kasus Ahok Telah Dibahas Empat Komisi MUI

KH Hamdan Rasyid: Kasus Ahok Telah Dibahas Empat Komisi MUI

Jakarta, swamedium.com – Anggota Komisi Fatwa MUI, KH Hamdan Rasyid saat menjadi saksi ahli pada persidangan ke sembilan kasus dugaan penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaya Purnama (Ahok) menyatakan bahwa Pendapat dan Sikap Keagamaan yang dikeluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang memberi kesimpulan bahwa Ahok telah menista agama, sudah melewati proses yang panjang.

Ditemui saat memberikan keterangan sesaat setelah keluar dari ruang sidang, KH Hamdan Rasyid menegaskan bahwa Pendapat dan Sikap Keagamaan yang dikeluarkan oleh MUI pada tanggal 11 Oktober 2016 lalu telah melibatkan empat komisi di MUI.

“Kalau Fatwa, cukup dikeluarkan oleh satu komisi, (sedangkan) ini melibatkan empat komisi. Komisi Fatwa, Komisi Pengkajian, Komisi Hukum, Komisi Infokom dilibatkan semua untuk memproses ini,” jelas KH Hamdan Rasyid, Selasa (7/2).

“Tidak ada urusannya dengan kuorum,’ lanjutnya sekaligus membantah pernyataan Ahok pada sidang ke delapan pekan lalu tentang pengertian kuorum yang menurut Ahok tidak terpenuhi.

Sidang kesembilan kasus dugaan penistaan agama dengan terdakwa Ahok,selain menghadirkan saksi ahli agama KH Hamdan Rasyid, juga menghadirkan Muhammad Nuh Al-Azhar Kasubbid Komputer Forensik Puslabfor Mabes Polri, salah satu ahli digital forensik dalam persidangan perkara tewasnya Wayan Mirna Salihin dengan terdakwa Jessica Kumala Wongso.

Dua nelayan dari Pulau Panggang Kepulauan Seribu juga dihadirkan sebagai saksi fakta setelah pekan lalu pada sidang ke delapan, berhalangan hadir. Keduanya adalah Jaenuddin dan Sahbudin. (*/be)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.