Thursday, 17 October 2019

MUI: Sertifikasi Ulama, Sebaiknya Sukarela

MUI: Sertifikasi Ulama, Sebaiknya Sukarela

Jakarta, Swamedium.com – Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Zainut Tauhid Saadi angkat bicara terkait program sertifikasi khatib Jum’at oleh pemerintah, ia berpendapat sebaiknya bersifat sukarela bukan bersifat wajib.

“MUI dapat memahami gagasan Menteri Agama tersebut sepanjang program tersebut bersifat voluntary (sukarela) bukan mandatory (keharusan atau kewajiban),” ujar KH Zainut di Jakarta, Senin (6/2).

KH Zainut Saadi mengungkapkan kalau sertifikasi menjadi sebuah kewajiban akan memiliki konsekuensi hukum dan di khawatirkan terkesan ada intervensi dari pemerintah.

Jika sudah begitu, program sertifikasi justru akan menjadi kontraproduktif bagi banyak pihak, memang sebaiknya harus di kedepankan sukarela.

“Disadari atau tidak kondisi masyarakat kita tengah berubah seiring terjadinya perkembangan teknologi dan informasi. Jadi keharusan untuk meningkatkan kemampuan dai mutlak diperlukan agar benar-benar dapat menyampaikan pesan-pesan agama secara baik dan paham kondisi faktual serta kebutuhan masyarakat sesuai zaman,” Kata KH Zainut.

Program sertifikasi tersebut bisa di laksanakan oleh ormas islam, ulama dan masyarakat bukan oleh pemerintah.
Pemerintah seharusnya hanya bersifat fasilitator sehingga dapat mendorong masyarakat dapat ikut bertanggung jawab untuk menyiapkan kader-kader dakwah yang berkualitas dari segi ilmu dan metodologi. (*/JM)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.