Thursday, 17 October 2019

Karbon Biru, Harapan Baru Kurangi Emisi

Karbon Biru, Harapan Baru Kurangi Emisi

Jakarta, Swamedium.com — Conservation International (CI) Indonesia menyampaikan hasil kajian stok karbon dan beberapa kegiatan inisiatif blue carbon yang dilakukan di Kaimana, Papua Barat. Blue carbon (karbon biru) menjadi sebuah istilah yang cukup familier dalam upaya pengendalian perubahan iklim terkait pengurangan emisi karbon.

Sebuah kajian yang dilakukan oleh Alongi dan tim pada 26 Juli 2016 mencatat bahwa padang lamun dan mangrove (bakau) di Indonesia menyimpan sejumlah 3,4 Pg C atau sekitar 17% dari simpanan karbon biru dunia. Ekosistem bakau juga berperan penting dalam mendukung perikanan sebagai sumber mata pencaharian penting bagi sejumlah masyarakat di Indonesia, baik sebagai pendukung sumber daya perikanan yang ada dalam kawasan bakau, seperti kepiting bakau, maupun juga sebagai tempat pemijahan sejumlah spesies ikan. Namun sayangnya, ekosistem pesisir ini kurang diperhatikan dan tingkat kerusakannya relatif cukup tinggi.

Indonesia memiliki 22,6% dari total hutan bakau yang ada di bumi (Miteva, Murray & Pattanayak, 2015); dan Papua Barat merupakan Provinsi dengan hutan bakau terluas, yakni 70% dari seluruh hutan bakau di Indonesia. Di Provinsi ini CI Indonesia bersama mitra melakukan inisiatif karbon biru di Kabupaten Kaimana yang memiliki hutan bakau seluas 50.575,52 ha sejak 2014. Inisiatif ini merupakan upaya mendukung keberlanjutan mata pencaharian masyarakat serta mengintegrasikan karbon biru dalam kebijakan dan keputusan pengelolaan untuk pendanaan berkelanjutan kawasan konservasi perairan di Kaimana sekaligus mendukung komitmen Pemerintah dalam pengendalian perubahan iklim. CI Indonesia juga melakukan kajian stok karbon di Teluk Arguni, Kaimana, sebagai dasar referensi ilmiah dalam perancangan program.

Kajian stok karbon yang dilakukan oleh CI Indonesia di Teluk Arguni pada tahun 2016 mencatat rata-rata simpanan karbon sebesar 717 Mg C per hektar atau setara dengan 2.631 Mg CO2 per hektar. Jumlah karbon yang disimpan di dalam kawasan ini setara dengan penggunaan 1.120.671 liter bensin, 34,8 truk tangki bensin, dan 1.281.849 kg pembakaran batu bara.

Pages: 1 2 3

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.