Wednesday, 23 October 2019

Pilkada DKI: Pukul 12:00 hingga 13:00 Rawan “Pemilih Siluman”

Pilkada DKI: Pukul 12:00 hingga 13:00 Rawan “Pemilih Siluman”

Jakarta,swamedium.com – Pemilihan Kepala Daerah atau Gubernur DKI Jakarta hanya menyisakan waktu satu minggu saja. Setiap wilayah sudah bersiap hingga di level RT dan RW guna mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi saat pencoblosan berlangsung nanti pada Rabu 15 Februari.

Seorang warga Jakarta Selatan, Ahmad yang tinggal di Jagakarsa, Jakarta Selatan adalah calon anggota KPPS di TPS ia tinggal. Saat berbincang dengan reporter swamedium.com, Dipo seusai mengikuti bimtek di Kelurahan Jagakarsa, Ahmad menjelaskan mengenai surat C6.

“Surat C6 sudah ada di ketua RT, nanti akan di didistribusikan oleh pengurus RT atau warga sendiri yang mengambil di RT, bila surat C6 ada yang tidak diserahkan kepada pemilih (karena pemilih meninggal dunia atau pindah rumah dll) maka Petugas PPS harus mengembalikan ke kelurahan,” ujar Ahmad.

Dia menyoroti kemungkinan munculnya pemilih siluman saat pencoblosan terkait Surat C6 yang dikembalikan ke kelurahan. “Ini yang harus dicermati oleh masyarakat, jika diserahkan ke kelurahan maka bisa jadi surat C6 tersebut dialihkan namanya menjadi nama “pemilih siluman,” tandasnya. “Kalau PPS daerah saya akan menyerahkan surat C6 nanti bersamaan dengan laporan akhir pelaksanaan pilkada,” tambahnya lagi.

Menurutnya ada cara lain strategi untuk mencegah munculnya “pemilih siluman”, yakni masyarakat dan pengurus RT harus stand by di TPS hingga pencoblosan selesai. Bila ada warga yang datang tapi dia tidak ada di DPT dan tidak memiliki surat C6, maka warga harus menanyai warga tersebut. Bila dia tidak di kenal sebagai warga setempat, maka tidak diizinkan memilih dan bisa jadi mereka warga yang memiliki KTP palsu. (*/dip)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.