Jumat, 30 Juli 2021

Polisi Kolonialis Israel Serang Paksa Keluarga Palestina

Polisi Kolonialis Israel Serang Paksa Keluarga Palestina

Yerusalem, Swamedium.com — Polisi kolonialis Israel menyerang dengan paksa sekeluarga warga Palestina di sebuah permukiman di Yerusalem Timur pada Ahad (5/2) malam.

Banner Iklan Swamedium

Sebelumnya, beberapa anggota keluarga itu telah mati syahid dan sebagian yang lainnya mendekam di penjara.

Sejumlah polisi pengecut bertopeng menahan setidaknya 14 warga Palestina serta merampas uang dan harta benda senilai puluhan ribu dolar AS dari beberapa lingkungan di Yerusalem Timur pada Senin (6/2) dini hari.

Berdalih informasi intelijen, polisi kolonialis itu menuduh keluarga-keluarga tersebut menerima dukungan dan bantuan keuangan dari Hamas.

The Wadi Hilweh Information Center, sebuah grup monitoring lokal di Yerusalem Timur, melaporkan pada Senin (6/2) bahwa empat anggota keluarga al-Shaer di lingkungan al-Tur menjadi korban penyerangan polisi kolonialis Israel pada pukul 03:30 waktu setempat dan menderita luka memar di tangan mereka.

Grup itu mengutip pernyataan Muhammad Adnan al-Shaer bahwa orang Israel memaksa masuk ke rumah bapaknya, Adnan al-Shaer, dan rumah saudaranya, Subhi al-Shaer, menyerang anggota keluarga mereka, bahkan menggunakan senjata penyengat listrik untuk melukai mereka.

Setelah penyerangan itu, aparat Israel menahan Adnan al-Shaer (55), istrinya, Rabiha (51), putra mereka yang bernama Mustafa (21), dan Subhi (28). Mereka diculik ke pusat interogasi camp Rusia untuk ditanyai.

Muhammad al-Shaer menambahkan bahwa penyerang dan penculik itu merampas uang dan truk milik bapaknya setelah mereka menggeledah setiap ruangan dengan dalih mencari senjata.

Menurut penjelasan Muhammad al-Shaer seperti yang dikutip oleh pusat informasi Wadi Hilweh, aparat-aparat itu mendorong adik perempuannya, Nagham (13), tanpa alasan. Ketika kami memprotes ulah penyerang, mereka menyerang kami secara kasar tanpa pandang bulu, memukul setiap orang dengan tongkat polisi.

Subhi al-Shaer mengatakan kepada Wadi Hilweh bahwa ia berusaha mencegah para polisi menggeledah rumahnya karena mereka tidak memiliki surat perintah.

Mereka menahan Subhi dan membawanya ke rumah bapaknya, lokasi mereka menyerang Nagham. Setelah aparat menyerang adiknya itu, timbul pertengkaran. Mereka mulai menyerang setiap orang, memborgol beberapa anggota keluarga, dan menahan mereka di dalam satu ruangan.

Lalu, mereka menyeret Subhi dan Mustafa ke tangga, menyerang kaki keduanya dengan senjata penyengat listrik. Selanjutnya, mereka memukuli Subhi di jalanan dan di dalam mobil saat mereka membawanya ke camp Rusia.

Polisi kolonialis Israel membebaskan Adnan al-Shaer dan Rabiha tanpa syarat. Kedua bersaudara pun dibebaskan, tetapi masih dijadikan sebagai tahanan rumah hingga Jumat (10/2) dengan syarat berupa uang jaminan sebesar 500 shekel dan jaminan pihak ketiga.

Setelah bebas dari penahanan, keempatnya pergi ke pusat medis untuk perawatan.

Adnan mendapatkan jahitan di dalam pipinya dan menderita luka memar pada rahangnya. Rabiha menderita luka memar pada lengan dan bahunya. Subhi mengalami patah tulang hidung, dan Mustafa menderita luka memar di punggung dan lengannya. (ais)

Sumber: Ma’an News Agency

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita