Wednesday, 23 October 2019

Yusril: Umat Islam Jangan Mau Dipojokkan dan Jadi Bulan-bulanan

Yusril: Umat Islam Jangan Mau Dipojokkan dan Jadi Bulan-bulanan

Foto: Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra. (ist)

Jakarta, Swamedium.com – Kondisi negara yang mengalami ketegangan bernuansa suku, agama, ras dan antar golongan (SARA) akhir-akhir ini akan menghasilkan kerusuhan jika negara membiarkannya tanpa kendali.

Hal itu menjadi salah satu isu yang dibahas Rapat Pleno DPP Partai Bulan Bintang (PBB) yang mengesahkan reshuffle kepengurusan. Rapat itu sendiri berakhir pada Rabu petang (8/2).

Dalam keterangan persnya, Ketua Umum PBB, Yusril Ihza Mahendra, PBB secara khusus menyoroti tindakan-tindakan yang memojokkan Islam dan umatnya di Indonesia melalui berbagai media.

Ironisnya, pemerintah malah terkesan melakukan pembiaran perlakuan semena-mena terhadap martabat Islam, ulama serta umatnya di Indonesia.

“Perlakuan semena-mena terhadap Islam seharusnya menjadi kesadaran baru bagi umat Islam Indonesia, bahwa tanpa kekuatan politik dan ekonomi, kendatipun mayoritas, umat Islam dengan mudah diremehkan bahkan diinjak-injak. Untuk itulah, PBB berupaya tetap eksis dan mengajak umat Islam untuk jangan meninggalkan Islam dalam berpolitik,” terang Yusril.

Sekularisasi politik yang menjauhkan Islam dari politik berpotensi melahirkan kebijakan-kebijakan pemerintah yang tidak berpihak kepada Islam. Bahkan, PBB melihat kekuatan komunis justru mendapat tempat untuk hidup kembali di Indonesia.

“Umat Islam jangan sampai dijadikan bulan-bulanan politik yang terus-menerus dipinggirkan dan terpojok tanpa dapat menentukan arah perjalanan bangsa dan negara,” kata Yusril.

Untuk itu, Yusril mengajak umat Islam untuk menguatkan kembali posisi peran tawar Partai Islam di Indonesia agar dapat memperjuangkan aspirasi umat Islam. (*)

Foto: ist

Related posts

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.