Rabu, 28 Juli 2021

Manajemen Cinta dan Benci

Manajemen Cinta dan Benci

Jakarta, Swamedium.com — Ustadz Abdul Muyassir berkhotbah tentang الولاء والبراء (al-walaa’ wa-l-baraa’) atau manajemen cinta dan benci di suatu mushalah di basement sebuah kantor di Jalan Pramuka, Jakarta Timur, Jumat (10/2).

Banner Iklan Swamedium

Pada awal khotbahnya, beliau menyerukan agar jemaah salat Jumat senantiasa bertakwa kepada Allah ﷻ seperti yang Allah firmankan dalam Surah al-Hujuraat (49) ayat 13,
…. إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ …
… Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. ….

Al-walaa’ adalah loyalitas atau cinta, yakni mencintai sesuatu karena Allah ﷻ. Sedangkan, al-baraa’ ialah benci, yakni membenci sesuatu karena Allah ﷻ.

Manajemen cinta dan benci merupakan kesesuaian antara seorang hamba terhadap apa yang dicintai dan apa yang dibenci oleh Allah ﷻ, berupa perkataan, perbuatan, keyakinan, dan orang tertentu.

Jadi, setiap Muslim harus mencintai apa saja yang Allah ﷻ cintai. Sebaliknya, setiap Muslim harus membenci segala hal yang Allah ﷻ benci.

Perkataan yang diridhai dan dicintai oleh Allah ﷻ adalah perkataan yang baik, misalnya tilawah Alquran, doa dan dzikir yang sesuai dengan sunnah Rasulullah Muhammad ﷺ, serta perkataan jujur dan informasi yang valid.

Sementara itu, perkataan yang dibenci oleh Allah ﷻ ialah perkataan yang buruk, seperti cacian, perkataan dusta, dan informasi yang tidak valid.

Perbuatan yang dicintai oleh Allah ﷻ adalah amalan yang hendaknya senantiasa dipraktikkan oleh kaum Muslim, misalnya ibadah (shalat, zakat, sedekah, puasa) yang sesuai dengan sunnah Rasul ﷺ, menolong saudara-saudara Muslim dalam hal dunia dan akhirat.

Sedangkan, perbuatan yang dibenci oleh Allah ﷻ ialah perbuatan-perbuatan maksiat dan mungkar, seperti riba, zina, minum khamr, dan menghina agama (Islam) maupun sekadar mendukung penghina agama.

Keyakinan yang dicintai oleh Allah ﷻ adalah keyakinan yang sesuai dengan Islam, misalnya akidah yang benar, tauhid, berharap dan meminta hanya kepada Allah ﷻ.

Sebaliknya, keyakinan yang dibenci oleh Allah ﷻ ialah keyakinan yang menyimpang, seperti kekufuran, syirik, kejawen.

Orang-orang yang dicintai oleh Allah ﷻ merupakan orang-orang yang Allah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha kepada Allah. Mereka adalah para nabi dan rasul, Rasulullah Muhammad ﷺ serta para sahabat beliau ﷺ, orang-orang beriman dan mengerjakan amal saleh, mereka yang menyayangi sesama Muslim dan bersikap keras terhadap orang kafir.

Khatib mengutip Surah al-Fath (48) ayat 29 tentang orang-orang beriman.

Oleh sebab itu, jelaslah siapa orang-orang yang dibenci oleh Allah ﷻ. Mereka ialah musuh-musuh Allah ﷻ (Surah al-Mumtahanah [60]: 1), orang-orang kafir, musyrik, dan munafik.

Ustadz Abdul menyampaikan pesan dari Surah ke-60, al-Mumtahanah, ayat 4 juga, yakni tentang keteladanan Nabi Ibrahim As. yang berlepas diri dari kaumnya dan dari apa yang mereka sembah, selain Allah ﷻ. Nabi Ibrahim As. membenci kekafiran mereka dan memusuhi mereka untuk selama-lamanya sampai mereka beriman kepada Allah ﷻ saja. (RRP)

ilust.: ist.

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita