Thursday, 17 October 2019

Manajemen Cinta dan Benci

Manajemen Cinta dan Benci

Jakarta, Swamedium.com — Ustadz Abdul Muyassir berkhotbah tentang الولاء والبراء (al-walaa’ wa-l-baraa’) atau manajemen cinta dan benci di suatu mushalah di basement sebuah kantor di Jalan Pramuka, Jakarta Timur, Jumat (10/2).

Pada awal khotbahnya, beliau menyerukan agar jemaah salat Jumat senantiasa bertakwa kepada Allah ﷻ seperti yang Allah firmankan dalam Surah al-Hujuraat (49) ayat 13,
…. إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ …
… Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. ….

Al-walaa’ adalah loyalitas atau cinta, yakni mencintai sesuatu karena Allah ﷻ. Sedangkan, al-baraa’ ialah benci, yakni membenci sesuatu karena Allah ﷻ.

Manajemen cinta dan benci merupakan kesesuaian antara seorang hamba terhadap apa yang dicintai dan apa yang dibenci oleh Allah ﷻ, berupa perkataan, perbuatan, keyakinan, dan orang tertentu.

Jadi, setiap Muslim harus mencintai apa saja yang Allah ﷻ cintai. Sebaliknya, setiap Muslim harus membenci segala hal yang Allah ﷻ benci.

Perkataan yang diridhai dan dicintai oleh Allah ﷻ adalah perkataan yang baik, misalnya tilawah Alquran, doa dan dzikir yang sesuai dengan sunnah Rasulullah Muhammad ﷺ, serta perkataan jujur dan informasi yang valid.

Sementara itu, perkataan yang dibenci oleh Allah ﷻ ialah perkataan yang buruk, seperti cacian, perkataan dusta, dan informasi yang tidak valid.

Perbuatan yang dicintai oleh Allah ﷻ adalah amalan yang hendaknya senantiasa dipraktikkan oleh kaum Muslim, misalnya ibadah (shalat, zakat, sedekah, puasa) yang sesuai dengan sunnah Rasul ﷺ, menolong saudara-saudara Muslim dalam hal dunia dan akhirat.

Sedangkan, perbuatan yang dibenci oleh Allah ﷻ ialah perbuatan-perbuatan maksiat dan mungkar, seperti riba, zina, minum khamr, dan menghina agama (Islam) maupun sekadar mendukung penghina agama.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.