Minggu, 18 April 2021

Assad Tolak Rencana Zona Aman bagi Pengungsi di Suriah

Assad Tolak Rencana Zona Aman bagi Pengungsi di Suriah

Damaskus, Swamedium.com – Rezim syiah Bashar al-Assad menolak pembuatan zona aman bagi para pengungsi dan orang-orang telantar di Suriah berdasarkan transkrip wawancara Yahoo News dengannya yang mulai dirilis pada Jumat (10/2).

Banner Iklan Swamedium

Zona aman merupakan zona penyangga di dalam negeri Suriah yang digagas oleh Pemerintah Turki dan didukung oleh Amerika Serikat (AS) rezim Trump. Rencananya, wilayah Afrin dan Kobani yang berbasis penduduk etnik Kurdi menjadi zona aman tersebut.

Zona aman tidak kunjung terwujud karena percekcokan antara Turki dan AS. Keduanya berbeda visi dalam menentukan siapa yang akan disingkirkan dari Suriah. Turki berusaha menggulingkan rezim syiah Assad secepat mungkin, sedangkan AS menargetkan ISIS sebagai sasaran utama berbagai operasi di Suriah.

“Ini bukanlah ide yang realistis sama sekali,” ungkap Assad kepada Michael Isikoff, kepala koresponden investigatif Yahoo News dalam sebuah wawancara eksklusif.

Menurutnya, para pengungsi memiliki zona aman yang normal, yaitu negerinya. Jadi, tidak perlu ada (pembuatan) zona aman lagi.

Ia berdalih bahwa zona aman buatan itu tidak berfaedah. Baginya, lebih baik memiliki stabilitas daripada membuat zona aman karena lebih praktis dan lebih sedikit biaya yang dikeluarkan.

Padahal, ia sendiri tidak sanggup menjaga stabilitas dalam negeri.

Assad mengisyaratkan bahwa ia akan bekerja sama dengan AS dalam memerangi negara Islam Irak dan Suriah (Islamic State of Iraq and Syria, ISIS).

“Jika Amerika bersungguh-sungguh [dalam memerangi ISIS], tentu saja mereka kami sambut. Seperti negara yang lainnya, kami ingin memerangi dan menaklukkan para teroris,” kata Assad.

Assad menyatakan, “Kami di sini, kami orang Suriah. Kami memiliki negeri ini sebagai orang Suriah, tiada yang lain.”

“Jadi, Anda tidak dapat menaklukkan terorisme tanpa kerja sama dengan orang-orang dan pemerintahan dari negara setempat,” lanjutnya menyindir kekuatan-kekuatan dunia yang ikut dalam perseteruan di Suriah, terutama rezim Trump dan rezim Erdoğan yang berencana membuat zona aman tersebut.

Perserikatan Bangsa pun menolak rencana pembuatan zona aman itu. Penolakan itu beralasan bahwa zona aman tidak sesuai dengan keadaan di Suriah, terjadi pertempuran di segala area.

Lantas, sudah sejauh mana Perserikatan Bangsa mengatasi permasalahan di Suriah.

Berbagai kekuatan dunia yang terlibat dalam konflik berdarah di Suriah mendesak dengan upaya politik agar perang berakhir. Perang itu telah menewaskan ratusan ribu orang dan menyebabkan jutaan pengungsi.

Selain rencana zona aman, Assad menolak data dari Amnesti Internasional yang melaporkan bahwa rezim syiah Suriah telah mengeksekusi 13.000 tahanan di penjara militer di Damaskus sejak 2011.

Oposisi telah menekan Assad terkait zona aman. Mereka mempertimbangkan mirisnya kenyataan bahwa hampir setengah populasi Suriah telantar karena perang.

Saat ditanya mengapa warga Suriah itu telantar, Assad mengelak nan membela diri, “Jika tidak dapat menjawab pertanyaan itu, Anda tidak dapat menjawab pertanyaan berikutnya. Mereka telantar karena dua sebab. Pertama, ulah teroris dan dukungan dari luar. Kedua, embargo [AS] di Suriah. Banyak orang meninggalkan Suriah bukan karena isu perang. Sebagaimana yang dapat Anda saksikan, Damaskus sudah aman saat ini, hampir mendekati kehidupan normal, belum secara keseluruhan.”

“Akan tetapi, mereka tidak menemukan cara hidup di Suriah, maka mereka harus bepergian ke luar negeri untuk menemukan kehidupannya. Jadi, jika Anda mencabut embargo, dan jika Anda berhenti mendukung teroris … Saya sedang membahas siapa pun yang mendukung teroris, termasuk saat pemerintahan Obama. Jika Anda berhenti melakukan itu semua, sebagian besar orang-orang tersebut akan pulang kembali ke negaranya,” ujarnya berdalih dan menyalahkan pihak lain. (ais)

Keterangan foto: Assad saat diwawancarai oleh Michael Isikoff di Damaskus, Suriah. (Sumber foto: Yahoo News)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita