Senin, 21 September 2020

Assad Tolak Rencana Zona Aman bagi Pengungsi di Suriah

Assad Tolak Rencana Zona Aman bagi Pengungsi di Suriah

Damaskus, Swamedium.com – Rezim syiah Bashar al-Assad menolak pembuatan zona aman bagi para pengungsi dan orang-orang telantar di Suriah berdasarkan transkrip wawancara Yahoo News dengannya yang mulai dirilis pada Jumat (10/2).

Zona aman merupakan zona penyangga di dalam negeri Suriah yang digagas oleh Pemerintah Turki dan didukung oleh Amerika Serikat (AS) rezim Trump. Rencananya, wilayah Afrin dan Kobani yang berbasis penduduk etnik Kurdi menjadi zona aman tersebut.

Zona aman tidak kunjung terwujud karena percekcokan antara Turki dan AS. Keduanya berbeda visi dalam menentukan siapa yang akan disingkirkan dari Suriah. Turki berusaha menggulingkan rezim syiah Assad secepat mungkin, sedangkan AS menargetkan ISIS sebagai sasaran utama berbagai operasi di Suriah.

“Ini bukanlah ide yang realistis sama sekali,” ungkap Assad kepada Michael Isikoff, kepala koresponden investigatif Yahoo News dalam sebuah wawancara eksklusif.

Menurutnya, para pengungsi memiliki zona aman yang normal, yaitu negerinya. Jadi, tidak perlu ada (pembuatan) zona aman lagi.

Ia berdalih bahwa zona aman buatan itu tidak berfaedah. Baginya, lebih baik memiliki stabilitas daripada membuat zona aman karena lebih praktis dan lebih sedikit biaya yang dikeluarkan.

Padahal, ia sendiri tidak sanggup menjaga stabilitas dalam negeri.

Assad mengisyaratkan bahwa ia akan bekerja sama dengan AS dalam memerangi negara Islam Irak dan Suriah (Islamic State of Iraq and Syria, ISIS).

“Jika Amerika bersungguh-sungguh [dalam memerangi ISIS], tentu saja mereka kami sambut. Seperti negara yang lainnya, kami ingin memerangi dan menaklukkan para teroris,” kata Assad.

Assad menyatakan, “Kami di sini, kami orang Suriah. Kami memiliki negeri ini sebagai orang Suriah, tiada yang lain.”

“Jadi, Anda tidak dapat menaklukkan terorisme tanpa kerja sama dengan orang-orang dan pemerintahan dari negara setempat,” lanjutnya menyindir kekuatan-kekuatan dunia yang ikut dalam perseteruan di Suriah, terutama rezim Trump dan rezim Erdoğan yang berencana membuat zona aman tersebut.

Pages: 1 2 3

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.