Minggu, 24 Januari 2021

Jangan Gegabah Belanjakan Gaji Pertama

Jangan Gegabah Belanjakan Gaji Pertama

Foto: Ilustrasi. (ist)

Jakarta, Swamedium.com- Mendapat gaji pertama dari hasil kerja selalu menyenangkan. Biasanya, ketika gaji pertama diperoleh banyak orang membelanjakan dengan mentraktir kawan-kawan atau untuk bersenang-senang.

Banner Iklan Swamedium

Kebiasaan bersenang-senang atau konsumtif untuk gaji pertama itu tidak baik. Pasalnya, jika kebiasaan itu diteruskan, dalam dua tahun Anda tidak punya aset apa pun.

Alangkah baiknya, sejak dini anda mulai mengelola pembelanjaan gaji pertama itu dengan baik, seperti yang dikutip dari CekAja.com.

1. Gunakan aplikasi
Generasi milenial pasti tidak asing dengan dengan gawai dan tekonologi. Kali ini tinggalkan sejenak media sosial dan coba unduh aplikasi pencatat keuangan.

Selain mencatat, Anda juga bisa mengatur budget untuk konsumsi, transportasi, hiburan, dan sebagainya. Ketika budget sudah habis, tandanya Anda harus stop menghabiskan uang.

2. Punya goal finansial
Salah satu kesalahan besar generasi milenial adalah menghabiskan banyak uang untuk konsumsi dan menunda menabung. Ini karena banyak generasi milenial yang tidak punya goal finansial.

Akan tetapi, kalau punya goal finansial, misalnya bisa beli rumah setelah lima tahun bekerja, atau bisa punya mobil setelah tiga tahun bekerja, Anda akan lebih fokus dalam mengatur keuangan. Ketika ada godaan diskon, Anda teringat tujuan besar untuk memiliki rumah atau mobil.

3. Menyadari besaran penghasilan
Salah satu hal mengejutkan bagi milenial adalah menerima gaji dengan banyak potongan. Potongan pajak penghasilan, asuransi, tabungan pensiun membuat angka yang tadinya terkesan lumayan jadi terasa sedikit.

Untuk itulah, sebelum negosiasi gaji, Anda harus sudah menghitung besaran biaya untuk tempat tinggal, makan, transportasi, hiburan, dan lain-lain. Jika belum sesuai, Anda bisa mengajukan angka lebih tinggi. Jika gaji pas-pasan dengan kebutuhan hidup, Anda harus mencari akal untuk mencari penghasilan tambahan.

4. Cari alternatif hiburan yang lebih murah
Coba hitung, berapa yang Anda habiskan dalam sebulan untuk bersenang-senang setiap akhir pekan? Kalau misalnya Anda mengeluarkan Rp 50.000 untuk nonton, Rp 70.000 untuk makan, Rp 20.000 untuk minum, dan Rp 10.000 untuk parkir, dalam sebulan saja Anda bisa menghabiskan Rp 600.000.

Ketika Anda mencatat pengeluaran dan sadar kalah pengeluaran untuk hiburan cukup besar, ini artinya saatnya untuk mencari alternatif hiburan lebih murah. Misalnya, makan di mal diganti dengan masak bersama di rumah teman, dan frekuensi nonton dikurangi menjadi piknik di taman.

5. Ikuti tips dari orang-orang sukses
Ada banyak anak muda sukses di luar sana. Tip-tip dari perencana keuangan finansial belum tentu sesuai diterapkan oleh Anda. Namun, sesama anak muda pasti memahami tantangan dan kendala yang Anda hadapi. (*/d)

Foto: Iustrasi

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita