Rabu, 23 September 2020

Romo Syafi’i: Indonesia Bukan Lagi Negara Hukum Tetapi Negara Kekuasaan

Romo Syafi’i: Indonesia Bukan Lagi Negara Hukum Tetapi Negara Kekuasaan

Jakarta, Swamedium.com – Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Gerindra Muhammad Syafi’i memberikan penilaian terkait kembalinya Ahok sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Muhammad Syafi’i menilai Indonesia bukan lagi menjadi negara hukum, melainkan negara yang dikendalikan dengan kekuasaan, hal ini disebabkan kembalinya Ahok menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta adalah kejahatan besar yang dilakukan pemerintah.

Pada pasal 83 ayat 1 UU No.23 Tahun 2014 menyebutkan bahwa Kepala Daerah dan atau Wakil Kepala Daerah diberhentikan sementara tanpa melalui usulan DPRD karena didakwa telah melakukan tindak pidana kejahatan yang diancam dengan pidana penjara paling singkat 5 tahun, tindak pidana korupsi, tindak pidana terorisme, makar, tindak pidana terhadap keamanan negara, dan atau perbuatan lain yang dapat memecah belah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Jadi ini pertama kali terdakwa malah diaktifkan, harusnya kan dinonaktifkan. Karena Ahok, hukum tidak berlaku, dan menjadikan republik NKRI ini berubah tidak lagi negara hukum, sudah menjadi negara kekuasaan,” ujar Muhammad Syafi’i, yang akrab dipanggil Romo Syafi’i, di Jakarta, (12/2).

“Ini kejahatan besar”, tegasnya lagi.

“Apabila Presiden Jokowi tidak mengambil tindakan yang tegas tentang persoalan ini, maka Jokowi telah merestui Indonesia menjadi negara kekuasaan,” ucap Romo Syafi’i.

Anggota Dewan Pembina Partai Gerindra ini menegaskan, hukum harus ditegakkan terkait orang-orang yang sudah melanggar hukum.

“Kalau Presiden cinta NKRI, hukum harus ditegakkan dong. Kok aparat penegak hukum kita seperti Polri diam saja ada pelanggaran, termasuk Kapolri Tito Karnavian,” pungkasnya. (jm)

foto: ist

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.