Wednesday, 26 February 2020

Saksi Ahli Bahasa: Ahok Bicara di luar Konteks

Saksi Ahli Bahasa: Ahok Bicara di luar Konteks

Jakarta, Swamedium.com – Saksi ahli bahasa dari Universitas Mataram, Mahyuni memberi kesaksian dalam sidang lanjutan kasus dugaan penodaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Mahyuni menyebutkan di dalam persidangan bahwa pidato Ahok di luar konteks saat menyebutkan dan menjelaskan surat Al Maidah ayat 51.

Pernyataan Ahok itu sangat melenceng karena dia bicara surat Al Maidah ayat 51 saat kunjungan kerja di Kepulauan Seribu, karena bukan kapasitas Ahok dalam menjelaskan surat Al Maidah.

“Yang saya pahami itu di luar konteks, harusnya kan fokus pada budidaya ikan. Itu pindah topik,” kata Mahyuni di persidangan.

Menurut Mahyuni, seharusnya Ahok fokus berbicara soal budidaya ikan yang tengah di kembangkan oleh Pemprov DKI.

“Kalau dari segi konteks, tidak usah terkait hal lain. Beliau itu kan menegaskan bahwa pentingnya program itu dan beliau yakin apalagi kalau di support oleh masyarakat. Konteksnya itu berkunjung,” jelas Mahyuni.

Penyebutan surat Al Maidah ayat 51, dikatakan Mahyuni ada hubungannya dengan Pilkada DKI.

“Seolah-olah beliau tidak yakin akan dipilih, karena ada Al-Maidah itu terkesan jadi tidak dipilih,” imbuhnya.

Saksi ahli mengakui bahwa sebelumnya pernah dimintai pendapat dan diperdengarkan pidato Ahok saat di Kepulauan Seribu di Bareskrim.

“Jangan percaya sama orang, kan bisa saja dalam hati kecil Bapak-Ibu nggak bisa pilih saya ya kan? Dibohongi pakai Surat Al-Maidah 51, macam-macam itu. Inilah penggalan perkataan Ahok. Terdapat penekanan kata atas kata ‘dibohongi’ saat Ahok bicara ‘Jadi’,” jelas Mahyuni.

Dia menuturkan lebih lanjut di persidangan, “Kalau menurut ilmu saya, pilihan kata ‘bohong’ tidak berdiri tanpa konteks. Pasti ada orang yang bohong, ada sumber kebohongan, ada yang dibohongi. Dalam konteks ini, sangat terkait dengan siapa pendengar dan siapa yang bicara. Itu bisa termasuk power abuse atau penyalahgunaan kekuasaan itu yang dimaksud dengan analisis wacana kritis,” pungkasnya. (jm/ls)

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.